03 January 2024

Olah Rasa dan Kebatinan

Olah Rasa dan Kebatinan

Membangkitkan Indera Keenam dan Melihat Gaib Secara Batin. 

Kepekaan Rasa dan Kekuatan Rasa

Olah rasa berhubungan dengan kepekaan rasa batin dan indra ke 6 manusia. Dengan rasa, orang akan lebih peka terhadap sesuatu yang bersifat gaib, dapat mendeteksi / merasakan keberadaan sesuatu yang gaib, dapat mendeteksi apakah sakit yang diderita oleh seseorang merupakan sakit biasa ataukah karena adanya pengaruh negatif dari sesosok mahluk halus (ketempelan, kesambet, disantet, guna-guna, dsb), dapat mengetahui cara penyembuhannya dan dapat merasakan sesuatu yang akan terjadi (feeling / intuitif). Dan dalam tingkatan kemampuan kebatinan yang tinggi kekuatan rasa ini digunakan untuk segala perbuatan yang berhubungan dengan kegaiban, untuk mengobati seseorang, mengusir / menyerang / menundukkan mahluk halus tingkat rendah sampai yang kelas atas, atau untuk memusnahkan keilmuan gaib, khodam dan tenaga dalam seseorang, dan untuk menerima pengetahuan spiritual tingkat tinggi yang mengantarkan seseorang menjadi linuwih dan waskita.

Di dalam semua jenis keilmuan, ada satu hal mendasar yang seringkali pengertiannya dikesampingkan orang, yaitu adanya unsur kebatinan. Unsur kebatinan hadir pada semua aspek kehidupan manusia, termasuk di dalam aktivitas manusia dalam mempelajari dan menekuni berbagai jenis keilmuan. Unsur kebatinan itu adalah apa yang biasa disebut sebagai penjiwaan atau penghayatan yang sangat erat hubungannya dengan rasa dan sugesti.

Di dalam aktivitas manusia berolah raga, kanuragan, mengolah tenaga dalam, maupun ilmu gaib dan ilmu khodam, atau olah spiritual, sampai ilmu modern fisika, matematika, biologi, sistem komputer dan pekerjaan-pekerjaan teknis modern sekalipun selalu terkandung di dalamnya unsur kebatinan berupa penjiwaan dan penghayatan pada masing-masing hal yang dijalani, yang seringkali kualitas penjiwaan dan penghayatan seseorang itu akan sangat membedakan hasil dan prestasi yang diraihnya dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama.

Secara umum unsur kebatinan hadir pada semua aspek kehidupan manusia, tidak hanya dalam hal keilmuan, tetapi juga dalam semua aspek kehidupan manusia, termasuk di dalam pekerjaan-pekerjaan teknis di jaman modern ini, tetapi istilah kebatinan sendiri seringkali secara dangkal dikonotasikan sebagai kegiatan klenik. Namun di luar itu memang ada orang-orang tertentu yang secara khusus mempelajari keilmuan kebatinan, bukan hanya pada aspek yang bersifat umum, tetapi juga secara khusus dan mendalam mengenai keilmuan kebatinan itu sendiri.

Semua laku yang bersifat kebatinan di dalamnya selalu disebutkan tujuannya (termasuk tujuan sugestinya) dan selalu mengedepankan penghayatan, baik itu laku kebatinan yang bersifat kerohanian / ketuhanan / keagamaan, maupun yang bersifat keilmuan, bukan mengedepankan kepintaran berpikir dan berlogika, bukan sebatas terlaksananya bentuk laku formalitasnya, bukan juga mengedepankan amalan doa dan mantra. Pemahaman seseorang akan tujuan lakunya dan kualitas penghayatan dan penjiwaannya dalam lakunya itu, selain ketekunannya, akan sangat membedakan hasil dan prestasi yang mampu diraihnya dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama.

Karena itu jika seseorang menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan, baik kerohanian maupun keilmuan, selalu dituntut supaya orangnya memahami tujuan dari lakunya itu dan mampu menghayati lakunya, sehingga jika orang itu mengalami kesulitan dalam ia menjalani lakunya itu kemungkinan penyebabnya adalah karena ia belum bisa menghayati lakunya (atau belum tahu tujuan dari lakunya).

Jika seseorang sudah bisa menghayati lakunya, maka ia akan menemukan suatu rasa yang bersifat khusus, yang itu hanya ada dalam lakunya itu saja, tidak ada dalam aktivitasnya yang lain, yang kemudian setelah semakin didalami dan matang, maka itu akan menjadi kekuatan rasa.

Kekuatan rasa setelah semakin didalami dan matang, jika seseorang menerapkan itu dalam semua aktivitas kehidupannya maka semua perbuatan-perbuatannya akan mengandung suatu kegaiban yang akan bisa dirasakan perbedaan kegaibannya dibanding jika ia melakukan perbuatan yang sama dengan sikap batin yang normal saja.

Pada tahap selanjutnya untuk ia melakukan suatu perbuatan dalam lakunya itu ia melakukannya dengan cara bersugesti, yaitu mengkondisikan sikap batinnya secara khusus , mendayagunakan penghayatan rasa untuk melakukan suatu perbuatan tertentu, mendayagunakan kekuatan rasa.

Penghayatan, olah rasa dan olah sugesti adalah dasar-dasar dalam keilmuan kebatinan dan dpiritual, selalu ada dalam semua laku yang bersifat kebatinan dan spiritual yang itu harus lebih dulu bisa dikuasai oleh para pelakunya sebelum menapak ke tingkatan yang lebih tinggi.

Karena itu jika para pembaca ingin mempelajari dan menjalani suatu laku yang bersifat kebatinan dan spiritual, poin-poin di atas harus lebih dulu dimengerti dan harus diterapkan dalam laku-lakunya supaya laku-lakunya itu lebih bisa diharapkan keberhasilannya dibanding jika poin-poin itu belum dikuasai. Pemahaman anda atas tujuan lakunya akan menuntun laku anda ke arah tujuan yang benar, tidak mengambang mengawang-awang tak tentu arah, dan dalam proses lakunya, selain ketekunan anda, kualitas penghayatan dan penjiwaan anda akan sangat membedakan hasil dan prestasi yang mampu anda raih dibandingkan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama.

Jika kita bisa menghayati lakunya, kita akan menemukan suatu rasa yang bersifat khusus, yang itu hanya ada dalam laku itu saja, tidak ada dalam aktivitas kita yang lain. Kualitas kita atas penghayatan atau penjiwaan itu akan sangat membedakan kondisi batin kita sebelum, selama dan sesudah kita melakukannya, akan ada pencerahan tersendiri dalam kerohanian kita dan itu akan membedakan kita dengan orang lain yang sama-sama melakukan aktivitas yang sama. Sesudahnya setiap kita menjalani laku yang sama diharapkan agar kita selalu mampu menghayati laku kita itu supaya juga dapat memperbaiki kualitas pencapaian kita. Kalau dengan cara itu sesudah menjalani lakunya kita tidak mendapatkan pencerahan apa-apa, kemungkinan besar penyebabnya adalah karena kita belum tahu tujuan lakunya atau belum bisa menghayati lakunya.

Kemampuan  menayuh gaib  (baca: Ilmu Tayuh / Menayuh Keris)  dan kemampuan olah rasa  adalah satu kesatuan kemampuan dasar yang seharusnya bisa dikuasai oleh orang-orang yang interest dengan kegaiban. Kami harapkan kemampuan-kemampuan itu juga dapat anda kuasai, karena itu akan berguna sekali sebagai kemampuan dasar dalam hal mempelajari kebatinan dan kegaiban, bisa menjadi alat kontrol anda dalam memantau hasil dan perkembangan latihan anda, dan akan menjadi dasar untuk kemampuan yang lebih tinggi lagi bagi anda yang ingin mengerti atau interest dengan hal-hal gaib, apalagi bila anda  memiliki benda-benda gaib dan khodam pendamping. 

Kalau kita ingin mempelajari dunia kebatinan dan spiritual, untuk awalnya sebaiknya dipelajari dulu isi dari tulisan-tulisan yang berjudul  Olah Rasa dan Kebatinan  dan  Ilmu Tayuh Keris. Sebaiknya pelajaran-pelajaran di dalamnya bisa dipelajari sampai matang dan mahir, jangan asal bisa, karena itu adalah satu kesatuan kemampuan dasar yang sebaiknya sudah kita kuasai lebih dulu sebelum mempelajari yang lain.

Kepekaan rasa dan kekuatan rasa adalah dasar dari kebatinan dan kekuatan batin / spiritual.

Kekuatan yang dibangun dalam olah rasa adalah kekuatan rasa (bersifat gaib), dihasilkan oleh cakra tubuh di bagian dada. Tetapi pembukaan cakra energi di dada tidak ditujukan untuk yang bersifat gaib, biasanya untuk tujuan kanuragan. Begitu juga dengan pengolahannya. Untuk tujuan kebatinan dan kegaiban, cakra energi di dada tidak diolah dengan teknik pernafasan, tetapi dengan cara olah rasa dan kebatinan (ada juga yang menyebutnya sebagai ilmu rahsa atau ilmu rasa sejati).

Pada orang awam, kekuatan rasa biasanya muncul secara spontan, misalnya saat panik, histeris atau lari ketakutan. Dalam kondisi itu kekuatannya bisa berkali-kali lipat dibandingkan dalam kondisi normalnya. Dalam hal ini kekuatan rasa muncul sebagai kekuatan bawah sadar manusia. Kekuatan bawah sadar ini tidak sengaja terjadi, tetapi bagi yang sudah terbiasa olah rasa dan batin, kekuatan itu dapat dengan sengaja dimunculkan dan kekuatannya bisa berkali-kali lipat daripada kekuatan rasa orang-orang yang masih awam.

Pada orang awam, sebagian kekuatan rasa muncul tidak disengaja, misalnya dalam kondisi ketakutan yang sangat, panik, histeris, dsb.

Kekuatan rasa juga bisa muncul dalam kondisi bergembira dan bersemangat, sehingga saat seseorang beraktivitas berat akan terasa lebih ringan dan tidak cepat lelah. Kondisi ini banyak dialami manusia pada masa kanak-kanak, yang pada saat bergembira bermain berlari-larian tidak cepat merasa lelah. Sekalipun lelah, akan cepat pulih kembali. Berbeda dengan yang sudah dewasa, biasanya akan cepat lelah dan kalau sudah lelah akan lebih lama pulihnya, karena di dalam aktivitasnya banyak menggunakan pikiran, bukan rasa.

Sebagian lagi kekuatan rasa muncul dalam kondisi marah dan benci, sehingga perbuatan yang dilambari rasa marah dan benci kekuatannya berlipat-lipat.

Inti dari kekuatan rasa adalah kekuatan yang dilambari rasa hati, spontan, tidak dipikir-pikir dulu, sehingga perbuatan yang dilakukan dengan sepenuh rasa (sepenuh rasa, bukan sepenuh hati) akan berlipat-lipat kekuatannya (dan ada efek kegaibannya), tidak cepat lelah, dan kelelahannya akan cepat pulih kembali.  Kekuatan rasa bisa dengan sengaja dimunculkan. Pada orang-orang yang kekuatan rasa sudah dengan sengaja dilatihnya kekuatannya akan jauh lebih besar daripada kekuatan rasa orang biasa yang sifatnya spontan.

Seseorang yang sudah melatih olah nafas biasanya juga akan merasakan bagian dari olah rasa (kepekaan rasa), walaupun hanya dasarnya saja. Penggunaan energi dari olah pernafasan biasanya juga dilakukan dengan ‘rasa’, bukan lagi dengan pikiran atau perasaan.

Dalam laku mempelajari olah rasa biasanya orang melakukannya dengan cara yang mirip dengan olah batin, yaitu banyak menyepi / tirakat, puasa, laku prihatin, meditasi, membaca amalan-amalan, dsb, bahkan sampai bertirakat di tempat-tempat yang wingit dan angker. Dalam kehidupan jaman sekarang cara-cara tersebut tidak praktis untuk dilakukan. Bila anda ingin mencoba mempelajarinya, ada beberapa cara praktis yang bisa anda lakukan tanpa perlu banyak mengganggu aktivitas anda sehari-hari sbb :

1. Menyepi.

Pengertian menyepi ini bukan berarti anda harus pergi menyepi ke tempat-tempat sepi di gunung, di tempat-tempat angker, dsb. Cukup anda luangkan waktu untuk berdiam diri, di rumah, di kantor atau dimanapun anda berada, untuk merasakan suasana batin anda (lebih baik bila dilakukan di tempat terbuka pada malam hari). Biarkan ide dan ilham mengalir dalam pikiran anda. Perhatikan, mungkin akan ada ide-ide tertentu atau jawaban-jawaban dari masalah anda yang tidak terpikirkan sebelumnya (secara sederhana laku ini mirip seperti orang melamun / merenung).

Menyepi ini juga bisa anda lakukan di tempat yang ramai. Artinya anda belajar menemukan suasana sepi (hening) di dalam keramaian tanpa harus pergi keluar dari keramaian. Tujuan dari menyepi ini adalah untuk membiasakan diri menciptakan suasana hening di dalam rasa dan pikiran, untuk belajar mengendorkan pikiran dan perasaan, dan belajar memisahkan pikiran dengan perasaan, sebagai dasar untuk peka rasa dan batin dan untuk memperhatikan munculnya ide / ilham, dsb, yang mengalir dari batin anda sendiri, dan untuk belajar tidak terbawa suasana untuk bisa mengendalikan diri (mengendalikan emosi, pikiran dan perasaan). 

2. Peka suasana batin.

Belajar peka terhadap bisikan-bisikan hati dan nurani, firasat, dsb. Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan mengada-ada, jangan ber-ilusi. Peka terhadap ilham yang mengalir di dalam pikiran dan rasa. Kalau bisa, carilah sumbernya darimana ilham itu berasal.

Cara ini bermanfaat untuk "mendengarkan" mengalirnya ide dan ilham yang dapat bermanfaat untuk membantu pemecahan masalah-masalah yang sedang anda hadapi, atau informasi tentang kondisi keluarga anda, dsb, yang sebelumnya anda tidak tahu atau sebelumnya tidak terpikirkan.

3. Peka suasana alam.

Belajar peka terhadap suasana alam di manapun anda berada. Cobalah sesekali pergi ke tempat yang wingit atau angker, bisa juga di pasar atau mall. Di tempat itu berdiam dirilah sejenak. Rasakan suasana kegaiban di tempat tersebut. Bila merasakan keberadaan sesuatu roh halus atau energi gaib, dengan getaran rasa di dada atau dengan merasakan getarannya di telapak tangan, cobalah tentukan dimana posisinya berada. Kalau bisa coba rasakan / bayangkan seperti apa sosok wujudnya. 

Cara-cara di atas berguna untuk melatih kepekaan rasa dan ketajaman insting / naluri.

Bila anda sudah dapat merasakan suasana alam di suatu tempat, mungkin anda juga akan dapat merasakan bila ada sesuatu yang mengancam, dimana pun anda berada, misalnya ada mahluk halus atau binatang berbahaya, atau ada orang jahat yang sedang mengincar anda, dsb, akan menambah kebijaksanaan anda untuk bersikap hati-hati tidak sembrono di tempat-tempat yang "sensitif" dan rawan bahaya, atau anda juga akan dapat merasakan sesuatu kejadian yang akan terjadi di suatu tempat (misalnya di rumah anda, mungkin anda akan bisa merasakan bila akan ada anggota keluarga yang akan mengalami musibah, akan ada kebakaran, dsb).

Ke 3 cara di atas adalah contoh-contoh cara untuk anda "masuk" ke dalam diri anda sendiri dan belajar mendengarkan aliran ide dan ilham dan belajar tanggap firasat, dapat diterapkan bukan hanya di tempat sepi, tetapi juga di tempat ramai, di manapun anda sedang berada, tidak perlu banyak membuang ongkos, tenaga dan waktu. Bila anda sudah terbiasa melakukan ke 3 cara di atas, berarti anda sudah melakukan olah rasa dan dasar-dasar kebatinan. Belajarlah untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari anda dalam berbagai bidang. Rasa / feeling / intuisi anda akan lebih tajam, dapat mengkira-kira hasil (berhasil-tidaknya) dari sesuatu yang anda lakukan, atau merasakan sesuatu kejadian (baik atau buruk) yang akan terjadi, dan akan lebih mudah mendapatkan ide-ide / ilham atas jawaban permasalahan yang sedang anda hadapi.

Dalam semua proses meditasi dan perenungan usahakan supaya tidak mengedepankan pikiran. Biarkan ide / ilham / bisikan gaib mengalir sampai lengkap, jangan bereaksi dengan berpikir yang dapat menyebabkan aliran ide / ilham itu terputus.

Dalam kehidupan manusia sehari-hari, apalagi dalam kehidupan modern ini, rasa dan firasat seringkali diabaikan. Namun bila seseorang memperhatikan rasa dan firasatnya, ia sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya. Rasa dan firasat seringkali muncul berupa perlambang rasa. Misalnya, seseorang yang akan bepergian ke luar kota, karena merasa tidak enak hati kemudian membatalkan keberangkatannya. Ternyata kemudian ia mendapatkan berita bahwa kendaraan yang seharusnya ditumpanginya mengalami kecelakaan. Untunglah dia tidak jadi berangkat. Apakah ini kebetulan saja ?

Mungkin kita tidak akan terburu-buru berangkat kerja, walaupun sudah terlambat / kesiangan, seandainya saja sebelumnya kita tahu atau dapat merasakan bahwa pada hari itu ada anggota keluarga kita yang akan mengalami musibah.

Kadangkala mungkin kita "merasa" mengalami suatu kejadian yang persis sama seperti yang dahulu sudah pernah terjadi. Tetapi kita tidak tahu kejadian yang dahulu itu apakah itu kejadian nyata ataukah kejadian di dalam mimpi. Biasanya kejadian yang dahulu itu adalah kejadian di dalam mimpi. Sedulur Papat kita sendiri yang memberikan mimpi tersebut. Kita saja yang tidak tanggap.

Kadangkala kita melamun atau ilham mengalir begitu saja, hanya kita saja yang tahu, atau mungkin secara spontan kita mengucapkan sesuatu tanpa dipikir dahulu, tentang sesuatu kejadian yang akan datang atau tentang seseorang (biasanya seorang tokoh manusia) yang akan mengucapkan / berbuat sesuatu, dan ternyata kemudian kejadian tersebut benar-benar terjadi. Dalam hal ini, Sedulur Papat kitalah (atau khodam) yang memberitahukan hal tersebut. Sayang sekali kalau kita tidak mengasah kedekatan dengan para sedulur tersebut. Kepekaan (rasa) itu merupakan suatu potensi besar kemampuan kebatinan yang sayang sekali jika tidak diasah dengan benar. Mungkin potensi untuk bisa meramal, atau merasakan suatu kejadian yang akan terjadi, atau potensi kemampuan mengobati / menyembuhkan, dsb, akan dilewatkan begitu saja.

Kepekaan rasa / insting seringkali sangat berguna sebagai alat radar kita untuk deteksi / peringatan awal, jangan sampai kita terlena / lengah ketika merasakan sesuatu yang berbahaya. Jangan sampai kita masuk ke dalam kesulitan tanpa sebelumnya menangkap peringatan apa-apa.

  • Beberapa tanda yang bila dilatih / dipertajam akan menjadi suatu potensi kemampuan tersendiri :
  • Merasa tahu apa yang akan dikatakan seseorang saat mendengarkan seseorang sedang berbicara.
  • Cepat mengenal kepribadian terdalam seseorang walaupun baru kenal.
  • Banyak ilham tentang kejadian yang akan terjadi (kejadiannya kemudian benar-benar terjadi).
  • Mengenal firasat, atau bisa membedakan suatu kejadian yang merupakan tanda dari akan terjadinya kejadian lain entah baik atau buruk. Dan ketika kejadian itu terjadi ia tahu bahwa sebelumnya ia sudah menerima tanda tentang akan terjadinya kejadian itu.

Kemampuan-kemampuan di atas, jika sudah terlatih, sering disebut sebagai daya linuwih  yang merupakan dasar-dasar dari kemampuan seseorang yang waskita.

Kemampuan-kemampuan di atas dapat juga terjadi karena seseorang berkhodam atau dirinya ketempatan mahluk halus. Dalam hal ini orangnya merasa peka rasa atau merasa mendapat banyak ilham karena mahluk halus yang bersamanya itu memberitahunya dalam bentuk bisikan gaib dan rasa. Bila kemampuan peka rasa atas bisikan-bisikan gaib itu juga sudah terlatih orang itu dapat juga menjadi waskita.

Intinya adalah kepekaan rasa.

Sesudah itu tinggal kemampuan orangnya sendiri untuk mendayagunakannya.

Untuk tahap awal belajarnya yang harus kita latih adalah belajar untuk bisa hening dan "memperhatikan".

Untuk belajar peka rasa dan firasat kita harus belajar hening dan memperhatikan, belajar merasakan adanya tanda rasa di dada tentang suatu kejadian yang akan terjadi dan belajar mendengarkan bisikan gaib / ilham yang mengalir di benak / pikiran kita mengenai informasi kejadian yang akan terjadi.

Untuk belajar melihat gaib kita harus belajar hening dan memperhatikan gambaran gaib yang muncul di benak / pikiran kita.

Untuk belajar berkomunikasi dengan gaib kita harus belajar hening dan memperhatikan / mendengarkan bisikan gaib yang mengalir di benak / pikiran kita. Kita harus fokus memperhatikan bisikan gaib yang asalnya dari gaib yang kita sedang berkomunikasi, bukan asal ada bisikan gaib.

Di dalam halaman ini digunakan beberapa istilah sbb :

  • Rasa adalah sesuatu yang langsung dirasakan, berdasarkan kepekaan rasa / batin, tidak melalui proses perenungan atau analisa.
  • Batin lebih dalam lagi, ada proses mengendapkan, merenungkan dan menganalisa.
  • Rasa berhubungan dengan kepekaan rasa batin dan indra ke 6 manusia.
  • Secara awam rasa bisa diartikan sebagai feeling / insting.
  • Rasa adalah awal sebelum masuk ke proses yang lebih dalam untuk direnungkan atau dianalisa secara kebatinan.

Misalnya kita kedatangan orang sakit yang minta disembuhkan sakitnya.

Pada pertemuan pertama kita sudah langsung bisa me-rasa-kan bahwa sakitnya bukanlah sakit medis biasa, tetapi sakitnya berhubungan dengan gaib.

Sesudah itu barulah di-batin, direnungkan, dianalisa, apa yang menjadi penyebabnya, apakah benar sakitnya itu berhubungan dengan sesuatu yang gaib, apakah sakitnya yang karena pengaruh gaib itu adalah karena ketempelan mahluk halus, ataukah kesambet, ataukah karena diguna-guna. Kalau diguna-guna, apa penyebab awalnya, apakah karena orang itu menyalahi orang lain ?  Siapakah yang menjadi lawannya itu ?  Apakah obatnya ?

Contoh lain, ada orang yang sudah berbulan-bulan sakit kepala berat, vertigo,

Sudah bolak-balik ke dokter dan rumah sakit, tapi tidak sembuh juga.

Pada pertemuan pertama kita sudah ada rasa, sudah bisa mendeteksi, berdasarkan kepekaan rasa, bahwa sakitnya adalah karena pengaruh gaib.

Sesudah itu barulah dilakukan proses lebih lanjut, dianalisa dengan batin, yang kemudian diketahui ternyata sakitnya itu adalah karena adanya sesosok gondoruwo yang bersemayam di kepalanya. Dengan demikian sesudah diketahui sumber penyebab sakitnya maka tindak lanjut penyembuhannya menjadi lebih terarah.

Jadi rasa adalah proses awal yang dirasakan, sebelum masuk ke proses selanjutnya untuk dianalisa secara batin.

Begitu juga bedanya antara kekuatan rasa dan kekuatan kebatinan.

Misalnya penggunaan secara fisik :

Kekuatan rasa dilakukan secara spontan setelah merasakan adanya desakan kekuatan rasa di dada.

Kekuatan kebatinan dilakukan setelah menghimpun kekuatan kebatinan, sampai terasa energinya seperti aliran tenaga dalam atau tubuh terasa tebal berselimut energi, dan setelah mantap kekuatannya dan batinnya barulah kekuatan kebatinan itu digunakan.

Jadi, rasa adalah proses awal sebelum proses selanjutnya secara batin.

Ilham itu seperti ide-ide pemikiran yang terbersit di dalam pikiran, yang mungkin sebelumnya tidak terpikirkan. Ilham dan ide-ide pemikiran itu bisa juga merupakan jawaban dari suatu permasalahan.

Firasat adalah rasa tentang suatu kejadian yang merupakan pertanda akan terjadinya kejadian yang lain. Biasanya ditandai dengan rasa enak atau tidak enak di hati ketika kejadian pertanda itu terjadi. Jadi suatu kejadian yang merupakan pertanda / firasat ini bukanlah sekedar pengkultusan yang menyama-ratakan bahwa bila suatu kejadian terjadi pasti akan terjadi kejadian yang lain.

Misalnya kita akan berangkat ujian pendidikan. Ketika sedang berbenah, pulpen kita jatuh. Seketika itu juga muncul rasa tidak enak di hati. Ternyata terbukti kemudian bahwa kita memang tidak lulus ujian.

Dalam kasus itu rasa tidak enak di hati ketika pulpennya jatuh itu menjadi pertanda bahwa usaha kita akan gagal. Rasa tidak enak di hati itu  merupakan sebuah tanda / firasat bahwa kita akan mengalami kejadian yang tidak mengenakkan. Tetapi jangan dijadikan pengkultusan bahwa kalau pulpen kita jatuh berarti ujian kita akan gagal, sehingga kita akan berusaha supaya pulpen kita tidak jatuh.

Pada kejadian di atas yang menjadi inti perhatian adalah rasa tidak enak di hati, bukan kejadian pulpennya jatuh. Rasa tidak enak di hati itulah yang disebut firasat.

Firasat itu ditandai dengan rasa di hati, bukan sekedar pada kejadiannya. Diperlukan kepekaan rasa untuk bisa merasakan kejadian yang merupakan sebuah pertanda. Firasat ini menjadi bentuk peringatan supaya kita lebih berhati-hati dan waspada dan mengusahakan yang terbaik, supaya kejadian yang tidak mengenakkan tidak sampai benar-benar terjadi pada kita. Baik atau buruk suatu kejadian yang akan kita alami biasanya sebelumnya ditandai dengan adanya rasa di dada. " If it's going to get better or worse, it starts with a feeling ", begitu katanya orang barat.

Intuisi adalah keseluruhan ide dan ilham, firasat, feeling, insting, wangsit, prediksi, dsb, yang mengalir di dalam pikiran yang biasanya digunakan untuk mengambil keputusan tertentu. Ada tipe orang-orang tertentu yang dalam mengambil keputusan tertentu lebih mengandalkan feeling / insting, yang keseluruhannya disebut intuisi, tidak menekankan pada bukti-bukti lain atau analisa, rasio dan perhitungan tertentu sebagai dasar pertimbangan.

Wahyu, pengertiannya secara umum adalah diturunkannya restu Tuhan (Dewa) kepada seseorang yang kewahyon sesuai tujuan wahyunya. Wahyu hanya diturunkan kepada orang-orang tertentu saja yang para Dewa berkenan, bukan kepada sembarang orang, sehingga walaupun seseorang melakukan tapa brata atau bertirakat di tempat yang wingit dan angker, tidak pasti bahwa kemudian orang itu akan mendapatkan wahyu yang diharapkannya. Mungkin yang didapatkannya hanyalah sebatas wangsit / wisik saja dari gaib-gaib yang menghuni tempatnya bertirakat.

Wahyu, dalam bahasa sehari-hari di masyarakat ada yang diartikan sama dengan wangsit / wisik, yaitu suatu bentuk pemberitahuan / bisikan gaib kepada seseorang tentang akan terjadinya suatu kejadian tertentu.

Rasa dan firasat seringkali dianggap tahyul dan klenik, apalagi bila ada pengkultusan di dalamnya. Karena itu kita harus bisa membedakan sesuatu rasa, apakah itu hanya rasa biasa saja ataukah rasa yang merupakan suatu  pertanda  tentang suatu kejadian yang akan terjadi. Belajarlah peka terhadap bisikan-bisikan nurani. Jangan mengabaikan bisikan hati dan firasat, tetapi juga jangan mengada-ada, jangan melebih-lebihkan, jangan mengkultuskan, jangan ber-ilusi.

Ada juga manfaat lain jika kita peka rasa dan tanggap firasat.

Misalnya, sudah umum sebenarnya, walaupun sering diabaikan atau dianggap tahayul, tapi sebenarnya sudah sering sekali terjadi di kehidupan manusia di manapun di dunia, yaitu kasus orang kesambet, ketempelan, atau ketempatan mahluk halus. Pengaruh negatifnya bisa berdampak pada kesehatan, psikologis dan pikiran (psikis), bisa juga berpengaruh negatif terhadap jalan hidup dan kerejekian dan rumah tangga.

Kalau kasus yang berhubungan dengan mahluk halus ini menyebabkan kita (atau anggota keluarga kita) sakit, baik pegal-pegal, pusing, sakit organ dalam, atau bahkan tumor dan kanker, karena ketidak-tahuan kita umumnya kita hanya mengupayakan pengobatannya secara medis saja, ke dokter, rumah sakit atau minum obat saja. Tapi kesembuhannya hanya sementara saja, nantinya akan kambuh lagi, atau muncul menjadi sakit / penyakit di bagian tubuh lain, apalagi kalau sakitnya parah yang bahkan bisa berujung kematian. Sakit-penyakit yang sumbernya karena gaib tidak semuanya bisa tuntas ditangani oleh medis.

Tapi kalau kita peka rasa mungkin kita akan bisa membedakan sakit-penyakit yang asli medis dengan yang asalnya adalah pengaruh gaib, sehingga yang sakitnya asli medis kita akan mengobatinya secara medis, dan yang asalnya dari pengaruh gaib kita akan menambahkan penyembuhannya dengan cara-cara kegaiban atau dengan pembersihan gaib.

Dengan demikian kita menjadi lebih tahu bagaimana harus bersikap jika ada sesuatu yang negatif menimpa diri kita (atau keluarga kita), apakah penanganannya harus secara modern duniawi ataukah harus ditambahkan dengan cara-cara kegaiban. Begitu juga bila ada dampaknya yang negatif terhadap psikologis dan pikiran (psikis), atau terhadap jalan hidup dan kerejekian dan rumah tangga. Baca juga : Pengaruh Gaib Thd Manusia).

Atau mungkin kita tidak akan terburu-buru berangkat kerja, walaupun sudah terlambat / kesiangan, seandainya saja sebelumnya kita tahu atau dapat merasakan bahwa pada hari itu ada anggota keluarga kita yang akan mengalami musibah.

Bila kita tanggap firasat biasanya ada beberapa tandanya yang bisa kita rasakan. Misalnya ada rasa berat meninggalkan rumah atau keluarga. Atau justru kita mengabaikan mereka. Atau kita merasa jengkel berlebihan ketika ada anak kita yang rewel meminta sesuatu. Mungkin sehari-harinya rasa-rasa itu sudah sering terjadi tapi biasanya kadarnya tidak sebesar dibanding ketika akan terjadi pengapesan.

Bila pengapesannya kita sendiri yang mengalami biasanya ada rasa-rasa yang kadarnya lebih besar daripada hari-hari biasanya. Misalnya ada lebih besar rasa semangat / senang, atau rasa berat meninggalkan rumah, atau pikiran terasa mengambang, banyak melamun, tidak fokus. Mungkin rasa-rasa itu sehari-harinya sudah sering juga terjadi tapi biasanya kadarnya tidak sebesar dibanding ketika akan terjadi pengapesan. Bila kita tanggap firasat kita akan dapat merasakan adanya ketidakwajaran di dalam rasa-rasa itu.

Mengenai pengapesan, semua orang mengalaminya, hanya bentuk kejadiannya saja yang tidak sama.

Sebaiknya kita peka rasa untuk bisa tanggap firasat, sehingga jika ada suatu kejadian yang tidak mengenakkan, kita sudah lebih dulu mengerti pemberitahuan / tandanya sehingga kita bisa menghindarinya dan bisa mengambil suatu tindakan untuk meminimalisir resiko negatifnya.

Kekuatan batin dan kepekaan rasa berguna juga untuk mendeteksi keberadaan mahluk halus, bukan untuk melihat gaib. Tetapi kalau sudah terbiasa mengasah kepekaan rasa batin, biasanya sukma kita juga akan bekerja, sehingga kita dapat mendeteksi sesuatu yang gaib dan bisa juga terbayang sosok wujudnya seperti apa (melihat gaib secara batin). Kalau fokus kita bisa kuat dan lama dengan kepekaan rasa, maka gambaran gaib yang kita terima juga akan lebih jelas. Dengan cara ini kita menjalin komunikasi dengan sukma kita (roh sedulur papat), sehingga pemberitahuan dari mereka berupa ide dan ilham dan gambaran-gambaran gaib bisa kita terima dengan baik sinyalnya.

Orang-orang yang menekuni kebatinan biasanya juga mengerti tentang kegaiban, memiliki kepekaan tertentu mengenai kegaiban, kegaiban hidup dan kegaiban alam, dapat membedakan suatu rasa yang merupakan pertanda dari akan terjadinya suatu kejadian, atau tentang kejadian-kejadian yang akan datang, dsb, yang selain berasal dari pengetahuannya sendiri, biasanya juga didapatkannya dari ilham atau bisikan gaib (wangsit).

Secara sederhana batin diartikan sebagai sesuatu yang dirasakan manusia pada hatinya yang paling dalam.

Istilah batin dalam konteks keilmuan tidak persis sama dengan kosa kata pengertian umum, karena pengertian batin dalam konteks keilmuan lebih banyak arahnya kepada kebatinan dan ilmu kebatinan.

Sebagai pemahaman dasar, keilmuan kebatinan adalah jenis keilmuan berdasarkan olah kebatinan, jangan disamakan dengan aliran ilmu gaib yang mengedepankan amalan gaib dan mantra, dan jangan disamakan konotasinya seperti cerita perdukunan di televisi.

Ilmu kebatinan adalah jenis keilmuan yang mengolah potensi kebatinan manusia, mengolah potensi kegaiban sukmanya, rohnya. Dan itu tidak selalu mudah bagi semua orang, karena tidak semua orang mampu "masuk" ke dalam dirinya yang terdalam, lebih banyak orang yang hanya mampu mengolah apa yang ada di luar, kulitnya saja, bukan yang ada di dalam, isinya. Dan jangan berharap ada jalan pintas atau belajar cara mudah dengan hanya menghapalkan dan mewirid amalan gaib dan mantra atau mengedepankan keampuhan khodam jimat dan pusaka.

Dalam rangka mempelajari ilmu kebatinan seseorang harus bisa mengedepankan batinnya, bukan pikirannya, untuk bisa peka rasa merasakan apa yang ada di dalam batinnya yang terdalam, dan dengan olah kebatinan potensi kegaiban kebatinan / sukma manusia itu digali dan ditingkatkan kualitasnya, yang jika orangnya berhasil mencapai tingkatan yang tinggi kegaiban sukma orang itu akan dapat melebihi kegaiban roh-roh gaib yang ada di bumi ini.

Dalam rangka mempelajari ilmu kebatinan dan kegaiban jangan sekali-kali menyombongkan nalar dan logika, kepintaran dan kejeniusan berpikir. Tidak semua orang dengan pikirannya mampu mencerna sesuatu yang hanya bisa diinderai dengan rasa dan batin, sesuatu yang nyata ada tetapi tidak kelihatan mata, sehingga banyak hal-hal gaib dan kegaiban sering dikatakan orang sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, dan  dianggap mitos, pengkultusan atau klenik.

Dalam olah kebatinan dan kegaiban yang lebih banyak berperan adalah rasa dan batin (olah rasa dan batin, bukan olah pikiran) dan kecerdasan batin (bukan kepintaran dan kejeniusan). Jika terlalu mengedepankan sikap berpikir, maka sesuatu yang mudah diinderai oleh orang yang peka rasa akan sulit sekali diinderai oleh orang yang terlalu mengedepankan sikap berpikirnya. Dalam hal ini semua kegaiban itu bukanlah sesuatu yang tidak masuk akal, tetapi akalnya saja yang tidak sampai, akalnya saja yang tidak mampu mencerna. Mampu mencerna saja tidak, apalagi menciptakan alat-alat modern untuk membuktikan kebenaran atas hal-hal gaib.

Dalam hal ini sudah terjadi kesalahan metode dan sikap berpikir. Hal-hal kegaiban hanya bisa diinderai dengan rasa dan kecerdasan batin, bukan dengan pikiran atau kejeniusan berpikir atau sok berlogika. Semua fakta dan bukti-bukti empiris harus lebih dulu didapatkan dengan olah rasa dan batin, sesudahnya barulah dinalar dengan pikiran. Seharusnya orang bisa peka rasa untuk menginderai kegaiban, sesudahnya barulah dinalar dengan pikiran.

Sebenarnya tidak harus seseorang menjadi seorang yang mumpuni dalam hal kegaiban, karena semuanya tergantung pada unsur interest dan aspek manfaat bagi masing-masing orang, tetapi sebaiknya minimal bisa peka rasa supaya bisa merasakan dan mengetahui sesuatu yang sifatnya negatif yang akan atau sedang terjadi pada dirinya sendiri maupun keluarga dan orang-orang terdekatnya, supaya kemudian bisa melakukan tindakan preventif yang diperlukan. Jangan membodohi diri dengan menganggap semua kejadian di dunia manusia bisa dinalar dan bisa ditangani dengan cara-cara dan peralatan modern, apalagi cara-cara dan peralatan modern pun masih mempunyai keterbatasan, tidak mampu untuk digunakan mendeteksi, apalagi menangani, hal-hal yang terkait dengan kegaiban. Kebatinan / kegaiban dan cara-cara modern tidak saling menggantikan, tidak saling menghapuskan, tetapi saling melengkapi kekurangan masing-masing.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya diwebsite tersebut.

Potensi Alami Indera Keenam

Potensi Alami Indera Keenam

Ada banyak kejadian yang ketika orang sedang dalam kondisi tidak sadar, tidak dengan sengaja ingin melihat / mendeteksi gaib, di matanya / pikirannya ia mendapatkan gambaran gaib adanya sesosok mahluk halus, tapi hanya sekelebatan saja. Kejadian-kejadian itu lebih sering lagi terjadi pada orang-orang yang berkhodam atau memiliki sesosok gaib yang mendampinginya, atau pada orang-orang yang ketempatan mahluk halus. Dari adanya kejadian-kejadian yang umum itu sebenarnya bisa dimengerti bahwa orang-orang itu mempunyai potensi bisa melihat gaib. Sebenarnya itu terjadi pada banyak orang, hanya saja tidak semua orang menyadarinya, tidak menyadari bahwa itu adalah potensi dirinya bisa melihat gaib, sehingga tidak dilatih.

Biasanya itu terjadi ketika kita sedang tidak sadar, ketika baru memejamkan mata, ketika dalam kondisi setengah tidur atau ketika baru terbangun dari tidur, ketika sedang melamun, atau bahkan ketika kita sedang dalam kondisi sibuk bekerja. Artinya, kondisinya terjadi ketika kita sedang tidak fokus berpikir tentang mahluk halus atau ketika pikiran kita sedang kendor, yang dalam kondisi itu sukma kita bekerja. Dalam kondisi yang tidak disengaja itu biasanya gambaran gaibnya hanya sekelebatan saja, tidak jelas.

Sebenarnya itulah yang dilatih dalam meditasi olah rasa, yaitu untuk dengan sengaja mengendorkan pikiran, belajar mengedepankan kepekaan rasa dan batin dan belajar fokus pada gambaran gaib yang diterima supaya gambaran gaibnya lebih jelas dan lebih mendetail, tidak lagi hanya sekelebatan saja dan tidak mengawang-awang, apalagi berilusi / berhalusinasi.

Latihan olah rasa adalah untuk kita belajar memberdayakan kemampuan sukma kita yang adalah roh, supaya sukma kita bisa juga berperan sebagai roh, tidak lagi melulu terbelenggu secara biologis, supaya bisa juga mendeteksi dan melihat roh lain (melihat gaib) dan supaya bisa memberitahukan segala sesuatu yang tidak tertangkap oleh panca indera biologis kita.

Jadi kalau anda mau melatihnya mungkin anda juga akan bisa melihat gaib (secara batin). Bisa dengan cara latihan khusus olah rasa atau cukup dengan anda berdiam diri di luar rumah di malam hari membuka kepekaan rasa pada kegaiban di sekitar anda atau fokus pada khodam pendamping atau khodam benda gaib anda sendiri. Sesekali perlu juga sambil berdiam diri itu anda memejamkan mata. Kalau anda masih takut kepada gaib-gaib liar, setidaknya anda bisa kontak rasa dengan khodam anda, atau fokus kepada gaib-gaib yang tinggal di rumah anda untuk anda belajar mendeteksi keberadaannya dan untuk belajar bisa membedakan yang tidak baik yang harus anda usir.

Mengenai kekhawatiran terhadap mahluk-mahluk halus dan apakah anda dapat mengusir gaib-gaib yang tidak baik, itu tergantung kemampuan anda sendiri. Anda bisa melakukan pengusiran dengan bantuan khodam pendamping, khodam jimat atau pusaka. Kalau ingin melakukannya dengan kekuatan sendiri tapi belum mampu, anda bisa menyambungkan kekuatan batin anda kepada Tuhan. Kalau anda mampu benar-benar menyambungkan kekuatan batin anda kepada Tuhan kami yakin anda akan mampu mengusir gaib-gaib yang tidak baik setinggi apapun kekuatannya. Kami anjurkan supaya anda menjaga ketersambungan anda dengan Tuhan. Caranya adalah dengan anda tekun dan rajin melakukan penghayatan kebatinan seperti dicontohkan dalam tulisan berjudul Kebatinan Dalam Keagamaan.

Tulisan singkat ini mudah-mudahan bisa memberikan gambaran kepada kita mengenai sikap hati dan batin orang jawa dulu sehari-harinya.

Biasanya rasa kekeluargaan dan rasa ikatan batin orang-orang jawa dulu itu cukup kuat, terutama para anggota masyarakat yang tinggal di desa yang sama. Apalagi bila disitu ada seorang sesepuh kebatinan yang mengayomi masyarakat dalam hal ibadah dan keagamaan, dan ada waktunya sendiri mereka bersama-sama beribadah menghadap kepada Tuhan di atas sana. Kegiatan-kegiatan itu membantu memperkuat rasa kekeluargaan dan rasa ikatan batin orang-orang jawa antar sesama mereka.

Selain itu ada juga orang-orang yang secara khusus lebih mendekat lagi kepada sang sesepuh kebatinan. Biasanya selalu saja ada acara-acara yang mereka adakan sebagai sarana mereka untuk sering kumpul di rumah sang sesepuh seperti mengadakan acara gendingan, yaitu memainkan lagu-lagu jawa dengan alat-alat musik jawa. Pada jadwal waktu yang lain ada penyanyinya laki-laki. Pada jadwal waktu yang lain lagi ada penyanyinya / sinden perempuan. Biasanya acara-acara seperti ini diselenggarakan pada malam hari.

Ada juga yang suka ngobrol dengan sang sesepuh untuk hal-hal yang umum sehari-hari. Misalnya masalah benih dan waktu menanam padi, tentang beternak ayam dan bebek, dsb. Tapi biasanya mereka akan belajar juga cara-cara mengobati orang sakit, mulai dari yang dengan ramuan herbal daun-daunan, akar-akaran, atau yang dengan sugesti kekuatan kebatinan, sampai yang dengan doa meminta langsung pertolongan kepada Tuhan. Kalau sudah bisa mengobati, mudah-mudahan bisa juga kemudian mereka menangkal.

Bila yang datang berkumpul adalah kaum perempuan dan ibu-ibu biasanya mereka mencari-cari acara untuk bisa belanja besar bersama, masak besar bersama. Setelah dimakan bersama keluarga sesepuh kebatinan, mereka dan suami-suami mereka, sisa masakannya dibagi-bagi di antara mereka untuk mereka bawa pulang. Mereka semangat sekali bila akan ada acara besar di desa mereka, seperti acara sedekah bumi, ritual ucap syukur, dsb.

Dengan cara-cara normal seperti itu saja, dengan pergaulan normal, belajar mengobati dan menjalani ibadah menghadap kepada Tuhan mereka di atas sana, tanpa belajar khusus untuk menaikkan kekuatan sukma, sukma mereka sudah aktif bekerja, kekuatannya juga tinggi walaupun mereka sendiri tidak pernah mengukurnya, dan dengan kekuatan sukma mereka itu mereka sudah bisa mengusir mahluk halus, mengobati orang sakit, dsb.

Tapi juga sudah umum bila ada sesuatu yang bersifat pribadi seperti adanya rasa tertentu tentang sesuatu, mereka hanya menyimpannya saja di dalam hatinya. Dirasa-rasa sendiri apa penyebabnya, kenapa. Atau hanya dibicarakan saja dengan teman dekat.

Selebihnya mereka akan merenungkan sendiri jawabannya.

Dalam merenung itu juga dilakukan tidak secara khusus, tapi bisa dilakukan di sela-sela bekerja di sawah, atau di malam hari di sawah saat mengontrol mengalirnya air irigasi di sawah mereka. Ide dan ilham dibiarkan mengalir sendiri. Dengan cara alami seperti itu saja mereka bisa menjadi peka rasa dan peka batin, peka firasat dan peka sasmita. 

Tidak buru-buru harus saat itu juga jawabannya harus ketemu. Mungkin saja ide dan ilham yang muncul malam itu adalah jawaban tentang sesuatu yang sudah terjadi jauh-jauh hari yang lalu. Jawabannya itu kemudian dirangkum sendiri di pikiran mereka, dirasa-rasa lagi, dibatin lagi, apalagi bila jawabannya itu ternyata berhubungan dengan sesuatu yang sifatnya lebih tinggi lagi.

Itu adalah kehidupan yang umum pada jaman dulu. Tetapi yang banyak dikeluhkan orang / pembaca situs ini adalah sebagai orang jaman sekarang mereka merasa sulit untuk bisa benar-benar peka rasa dan peka batin dan sulit untuk bisa menguasai latihan olah rasa di halaman ini hingga bisa mencapai hasil seperti di tahap akhir latihannya.

Orang-orang jaman sekarang harus menyadari bahwa sikap hidup dan sikap berpikir mereka sangat berbeda dengan orang-orang jaman dulu. Untuk tujuan latihan olah rasa setidaknya kita bisa perhatikan sikap hidup orang dulu itu. Untuk latihan olah rasa dan mengaktifkan indera keenam orang memang harus mengendorkan pikirannya, jangan malah keras berpikir. Itu adalah syarat yang harus terpenuhi. Dan dalam latihan-latihannya juga diusahakan di tempat-tempat yang cukup sepi dan gelap, yang menunjang aktifnya indera keenam, dan jangan dilakukan buru-buru seperti mengejar target.

Orang-orang jaman dulu memang tidak pernah secara khusus latihan olah rasa. Itu sudah terbentuk dengan sendirinya dalam kehidupan mereka yang harus terbiasa hidup di kegelapan hanya mengandalkan cahaya bulan dan api obor.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya diwebsite tersebut.

Kekuatan Rasa Menjadi Dasar Dari Kekuatan Kebatinan

Kekuatan Rasa Menjadi Dasar Dari Kekuatan Kebatinan

Cara penggunaannya adalah dengan menggerakkan kekuatan rasa, dengan menekan rasa di dada.

Seperti contoh latihan belajar olah rasa di atas, setelah dengan tangan dan dengan rasa di dada kita bisa merasakan keberadaan sesosok mahluk halus, kemudian dengan :

menekan rasa  kita mendesak / mendorong keberadaan sosok halus itu pindah dari posisinya semula, atau menekan rasa  untuk menyingkirkan keberadaan bakteri, virus, dsb, dari sakit-penyakit seseorang (dibuang jauh ke luar angkasa).

Jika seseorang sudah menguasai kekuatan rasa dan kebatinan, untuk keperluan pembersihan gaib orang akan bisa mengukur kekuatannya sendiri ketika berhadapan dengan sosok-sosok gaib tertentu. Jika kita sudah menguasai kekuatan kebatinan yang cukup tinggi, melakukannya tidak perlu dengan cara melihat gaib, cukup dengan cara kontak rasa untuk mendeteksi sasarannya (keberadaan gaibnya), kemudian kita pancarkan energi kebatinan untuk mengusirnya.

Harap diperhatikan, untuk kehati-hatian, penggunaan kekuatan rasa di atas adalah dengan menekan rasa untuk mendorong atau menggeser  posisi keberadaan sesosok mahluk halus, bukan untuk memukul / menyerang, jangan sampai malah berbalik mahluk halus itu kemudian menyerang kita. Kita sendiri harus bisa mengukur kekuatan kita, jangan sampai ternyata kekuatan kita lebih rendah daripada si mahluk halus, sehingga kemudian kita menjadi celaka. Kalau belum kuat secara kebatinan, kekuatan rasa itu jangan digunakan untuk menyerang.

Sedapat mungkin semua kekuatan kebatinan dan energi yang berhasil dihimpun dapat diolah menjadi kekuatan rasa dan dapat disatukan dengan kepekaan rasa, supaya menjadi satu kesatuan kemampuan.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya diwebsite tersebut.

Kekuatan Rasa dan Sugesti

Kekuatan Rasa dan Sugesti

Olah rasa berhubungan dengan kepekaan rasa batin dan indra ke 6 manusia. Dengan rasa, orang akan lebih peka terhadap sesuatu yang bersifat gaib, dapat mendeteksi / merasakan keberadaan sesuatu yang gaib, dapat mendeteksi apakah sakit yang diderita oleh seseorang merupakan sakit fisik biasa saja ataukah karena adanya pengaruh energi negatif dari sesosok mahluk halus (ketempelan gaib, kesambet, disantet, diguna-guna, dsb), dapat mengetahui cara penyembuhannya dan dapat merasakan sesuatu yang akan terjadi (feeling / intuisi).

Setelah dengan cara-cara latihan kepekaan rasa di atas anda juga dapat merasakan rasa tekanan / desakan di dada, berarti anda sudah mulai dapat merasakan  kekuatan rasa  di dada. Latihlah terus cara-cara di atas untuk membangkitkan dan menghimpun kekuatan rasa di dada. Kekuatan rasa adalah dasar dari tenaga batin (dasar dari kekuatan sukma yang mengisi tubuh seseorang).

Dengan olah sugesti kekuatan rasa dapat anda manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara menggunakan kekuatan rasa itu tidaklah dengan dipikirkan dahulu atau dengan mengempos seluruh tenaga, tetapi harus dilakukan secara spontan bersamaan dengan rasa desakan nafas di dada (ada timing waktunya).

Misalnya akan mengangkat beban yang berat, maka mengangkatnya harus dilakukan secara spontan bersamaan dengan munculnya rasa desakan nafas di dada, dilakukan sambil menekan rasa di dada. Dengan cara itu bebannya akan terasa lebih ringan.

Kekuatan pukulan yang dilambari kekuatan rasa, dengan menekan rasa di dada , walaupun tidak dilakukan sepenuh tenaga, efeknya akan berkali-kali lipat dibanding pukulan biasa sepenuh tenaga (ada efek gaibnya). Dari pengamatan Penulis, ada contoh seorang petinju (mantan) yang dalam bertanding ia selalu menggunakan kekuatan rasa dalam pukulan-pukulannya. Walaupun pukulan-pukulannya tidak dilakukan sepenuh tenaga, sehingga ia bisa menghemat tenaga, tetapi pukulan-pukulannya dikatakan oleh lawan-lawannya sebagai terasa menyengat. Petinju itu adalah Muhamad Ali.

Jika anda dapat mengsugestikan kekuatan rasa itu menyatu ke seluruh tubuh, menjadikan tubuh terasa tebal bertenaga, hasilnya akan luar biasa, kekuatan anda bisa sama seperti 10 orang sekaligus. Apalagi kalau anda juga mempunyai tenaga dalam, jika bisa menyatukannya dengan kekuatan rasa maka efeknya akan menjadi berlipat-lipat.

Kekuatan rasa ini juga mempunyai kegaiban tersendiri jika diwujudkan dalam kata-kata. Berkata-kata dengan dilambari getaran kekuatan desakan rasa di dada, dengan menekan rasa di dada , pengaruhnya akan sama seperti menggunakan aji-aji kewibawaan / penundukkan, aji gelap ngampar, gelap sayuta, gelap saketi atau senggoro macan.

Dengan demikian tanpa ajian / amalan gaib dan tanpa tambahan khodam, dengan kekuatan rasa itu kita dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang pengaruhnya mirip dengan orang yang menggunakan aji-aji kesaktian.

Ketika langit sedang dalam kondisi mendung tebal kita dapat membubarkan konsentrasi mengumpulnya awan dengan sugesti kekuatan rasa (ditambah visualisasi pikiran). Dengan menekan rasa di dada (atau cukup dengan visualisasi di pikiran) kita visualisasikan mengeluarkan segulungan energi yang besar yang mendorong awan-awan ke depan / belakang dan ke samping kiri-kanan, sehingga kemudian konsentrasi awan itu menjadi berkurang.

Rahasia kekuatan rasa adalah adanya penyatuan kekuatan roh sedulur papat dengan roh pancer kita (secara satu kesatuan menjadi kekuatan sukma). Dengan bersugesti menggunakan kekuatan rasa itu berarti kita sudah menyatukan kekuatan roh sedulur papat dan pancer kita, menjadi satu kesatuan kekuatan sukma, menjadi satu kesatuan perbuatan yang mempunyai efek kegaiban tersendiri, yang hasilnya akan berbeda dibanding hanya menggunakan kekuatan fisik saja walaupun dilakukan sepenuh tenaga.

Contoh-contoh di atas adalah contoh-contoh penggunaan sugesti kekuatan rasa dan batin pada tingkatan dasar. Pada tingkatan kemampuan kebatinan yang tinggi (dengan olah kebatinan) kekuatan rasa ini dapat digunakan untuk segala perbuatan yang berhubungan dengan kegaiban, untuk menyembuhkan / mengusir sakit / penyakit seseorang, mengusir / menyerang / menundukkan / menangkap mahluk halus tingkatan rendah sampai yang kelas atas, untuk mempengaruhi / mengendalikan pikiran seseorang atau mahluk halus, untuk memusnahkan keilmuan gaib, khodam dan tenaga dalam seseorang, menjadikan kata-kata seseorang manjur (idu geni) dan untuk mendatangkan ide / ilham dan wangsit dan pengetahuan spiritual tingkat tinggi yang mengantarkan seseorang menjadi linuwih dan waskita.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya diwebsite tersebut.

Mengenal Sifat Keras Energi

Mengenal Sifat Keras Energi

Energi tenaga dalam murni dapat disatukan dengan kekuatan fisik, seperti untuk mengangkat beban berat atau untuk kekuatan pukulan atau untuk kekuatan menahan pukulan.

Misalnya, melakukan gerakan memukul dengan gerakan yang sangat lambat (slow motion). Selama melakukan itu otot tangan, perut dan dada dikeraskan. Menarik nafas, menekan dan menghembuskan nafas menyatu dengan gerakan tangan. Ketika menghembuskan nafas, lakukan seolah-olah juga mengalirkan energi ke tangan yang gerakannya memukul. Setelah dilakukan beberapa kali akan dapat dirasakan pukulan lebih ringan, cepat dan kuat dan tangannya terasa lebih "berisi" dan padat dengan energi.

Bila energi dipusatkan di perut, dada, punggung dan tangan, bagus untuk kekuatan pukulan dan kekuatan menahan pukulan dan untuk kekuatan tubuh.

Bila energi dipusatkan di pikiran, dapat untuk menusuk mahluk halus, dapat juga untuk hipnotis / gendam.

Bila energi memancar dari seluruh tubuh, dengan olah sugesti dapat dikondisikan untuk memancarkan pengasihan, karisma wibawa, penglaris dagangan, keteduhan, ketentraman, pagaran gaib, dsb.

Bila energi disatukan dengan energi lawan bisa untuk mengunci gerakan lawan atau untuk menghisap tenaga lawan.

Beberapa tips penggunaan tenaga dalam murni bagi yang sudah menekuninya, terutama untuk yang sudah bisa memadatkan energinya, sbb :

1. Untuk pagaran dan kekuatan gaib.

Pembentukan pagaran gaib dengan tenaga dalam dapat dilakukan untuk perlindungan dari serangan virus / bakteri / amuba, mahluk halus dan orang-orang yang berniat jahat.

Buatlah bola energi dengan energi yang keras, yang ukurannya cukup besar melingkupi objek yang akan dipagari, untuk anda sendiri, orang lain atau untuk rumah, dsb. Jadikanlah bola itu menyelubungi objek sasaran. Dengan sugesti anda, buatlah bola itu kuat / keras dindingnya dan penuh energi di dalamnya (tidak kosong). Konsentrasikan kekuatan agar bola itu kuat bertahan selamanya, dan mahluk halus dan virus / bakteri yang merugikan kesehatan atau apapun / siapapun yang bersifat tidak baik dan berniat jahat atau menyerang objek akan terdorong keluar dan terpental tidak dapat menembus bola pagaran.

Untuk anda sendiri yang memiliki energi sangat besar, dengan sugesti kebatinan energi anda dapat dipadatkan dikeraskan sampai sejengkal tebalnya dari tubuh anda. Itu yang disebut ilmu Lembu Sekilan. Atau bahkan bisa dipadatkan lagi hingga tebalnya hanya 1 jari dari tubuh anda. Bila energi anda memang sangat besar dan padat, walaupun jarak pagarannya hanya 1 jengkal atau 1 jari dari tubuh anda, jarak itu sudah cukup aman untuk perlindungan anda, dengan catatan, energi tersebut benar-benar dipadatkan dan dikeraskan, bukan sekedar bola pagaran (baca tipsnya dalam tulisan berjudul : Kebatinan dan Kanuragan).

2. Membersihkan penyakit, kuman, bakteri, virus, mahluk halus, santet, guna-guna.

Untuk pengobatan membersihkan kuman, bakteri, virus, mahluk halus, santet, guna-guna dari tubuh seseorang atau rumah atau objek lainnya, lakukanlah langkah berikut. Salurkanlah energi untuk memenuhi objek yang dimaksud dan selaraskan energinya dengan energi objeknya. Kemudian konsentrasikan bahwa semua bakteri, virus dan hal-hal negatif yang ingin dibersihkan telah masuk semua dan terbungkus di dalam energi itu. Kemudian dorong / geser energi tersebut dan dibungkus menjadi bola energi. Mampatkan bola itu sampai menjadi kecil sebesar kelereng atau bola tenis. Kemudian buang bola energi itu jauh ke luar angkasa atau buang jauh ke dalam bumi.

Lakukanlah beberapa kali jika diperlukan sampai anda yakin bahwa semua yang anda ingin bersihkan sudah terhisap / terdorong semua dan sudah dibuang jauh tak akan kembali. Kemudian isikan kembali energi anda kepada objek dengan konsentrasi untuk memberikan energi hangat yang baik untuk kesehatan dan kesembuhan.

Proses yang sama bisa dilakukan untuk sumber-sumber penyakit lain seperti sakit asam urat, kolesterol, darah tinggi karena penyempitan atau penyumbatan (kerak) di dalam pembuluh darah, penyempitan / penyumbatan pembuluh darah jantung atau otak (stroke), pengapuran, batu ginjal, batu empedu, dsb.

Pada proses terakhir penyembuhan, isikan kembali energi anda kepada objek dengan konsentrasi untuk memberikan energi yang hangat yang baik untuk kesehatan dan kesembuhan dan untuk menambah energi metabolisme tubuhnya supaya dalam proses pembakaran tubuh tidak menyisakan sampah-sampah metabolisme. Lakukan dua kali seminggu sampai sakitnya sembuh dan sehat kembali.

Untuk sakit / penyakit biasa, cara penyembuhan yang sederhana adalah dengan memberikan energi positif untuk kesembuhan. Dengan tangan anda salurkan energi positif dengan cara mengkipas-kipaskan ke bagian tubuh yang sakit untuk menghilangkan energi negatif dari sakitnya sampai anda yakin energi negatifnya telah hilang dan berganti dengan energi positif dari tangan anda. Setelah itu salurkan energi positif dengan sugesti mempercepat kesembuhannya. Lakukan beberapa hari sekali sampai sakitnya sembuh.

Cara sederhana lainnya yang umum adalah dengan langsung memancarkan energi positif ke tubuh atau bagian tubuh yang sakit untuk mendorong energi-energi negatif keluar dari tubuhnya (buang ke tempat yang jauh yang aman untuk manusia lainnya).

3. Mengobati seseorang dari sakit karena kelemahan / kerusakan organ tubuh.

Contohnya adalah sakit-penyakit yang timbul karena kelemahan metabolisme tubuh. Untuk tujuan penyembuhan jika dilakukan secara alternatif dengan prana / tenaga dalam, atau dengan kekuatan kebatinan / spiritual caranya adalah dengan memberikan energi hangat ke seluruh tubuh dengan sugesti meningkatkan kualitas metabolisme tubuh, untuk memperbaiki kemampuan metabolisme tubuh dalam memproses zat-zat makanan dan supaya dalam proses pembakaran tubuh tidak menyisakan sampah sisa-sisa pembakaran tubuh.

Contoh lainnya adalah sakit perut kembung, sakit maag dan sering mulas buang-buang air. Pengobatan dengan obat-obatan medis biasanya hanya bersifat menormalkan kondisi lambung, tapi tidak menyembuhkan penyebab sakitnya, suatu saat bisa kambuh lagi. Metode pengobatan yang paling baik adalah yang sifatnya menguatkan organ lambung dan usus, sehingga kalau sudah kuat, lambung dan ususnya sendiri yang akan bekerja menormalkan kondisinya sendiri. Pengobatannya harus dilakukan berkala.

Ada banyak sakit-penyakit yang disebabkan oleh kelemahan / kerusakan organ tubuh, misalnya diabetes / kencing manis (kerusakan pankreas), sakit maag kronis, kerusakan ginjal, dsb. Untuk sakit-penyakit jenis ini cukup anda salurkan energi dari anda (energi yang agak panas) ke sumber sakitnya (kelenjar pankreas) dan konsentrasikan bahwa energi dari anda itu akan tinggal lama di situ, menyatu dengan organ tubuhnya untuk menumbuhkan sel-sel yang baru menggantikan sel-sel pankreas yang rusak dan mengkondisikan organ tubuhnya itu supaya menjadi normal kembali. Lakukan seminggu sekali sampai organ tubuhnya sembuh dan sehat kembali.

Tumor dan kanker bukanlah semata-mata virus atau kuman.

Kebanyakan penyebab awalnya adalah karena adanya energi-energi negatif yang kuat di sekitar manusia yang sampai bisa merubah "kepribadian" sel-sel tubuh seseorang menjadi negatif.

Dengan metode penyembuhan alternatif, misalnya dengan prana / tenaga dalam, atau dengan kekuatan kebatinan / spiritual, dalam upaya mengobatinya sikap batin kita berbeda dengan kita membersihkan kuman atau virus, tetapi arahnya adalah membersihkan energi-energi negatif sakitnya dan memberikan energi yang positif yang disugestikan lama berdiam dan menyatu dengan sel-sel tubuh si sakit yang negatif untuk menekan perkembangan sel-sel negatif dan merubah "kepribadian" sel-sel tubuh yang negatif supaya kembali menjadi positif sampai tidak lagi muncul / memunculkan energi-energi yang negatif. Pemberian energi positif ini harus dilakukan berkala sampai sel-sel tubuh yang negatif semuanya kembali menjadi positif. Sesudahnya akan lebih baik lagi kalau kita juga bisa "membunuh" sel-sel yang masih negatif yang tidak bisa diselaraskan menjadi positif supaya tidak mempengaruhi sel-sel lainnya ikut menjadi negatif.

Sesudah atau sebelum upaya pengobatan di atas sebaiknya dicaritahu juga apakah di lingkungan orang si sakit ada tinggal keberadaan gaib-gaib atau energi-energi negatif. Jika ada, sebaiknya gaib-gaib dan energi-energi negatif itu juga dibersihkan, supaya tidak terus-terusan menularkan energi negatifnya kepada si sakit dan orang lain yang tinggal di sekitar situ (lebih baik gaib-gaib dan energi negatif itu dibungkus dengan pagaran gaib dan dibuang jauh).

4. Mengobati seseorang dari sakit karena gangguan saraf.

Ada banyak sakit-penyakit yang disebabkan oleh kelainan / kerusakan saraf, misalnya sakit akibat stroke, pusing / vertigo dan limbung karena terganggunya saraf keseimbangan, sakit maag kembung dan gangguan nafsu makan, lemah jantung, dsb. Untuk sakit-penyakit jenis ini, selain dilakukan dengan menyalurkan energi untuk kesembuhannya, juga harus dilakukan pemijatan (reflexi) untuk memperbaiki jalur saraf yang "salah" dan untuk mengaktifkan saraf-saraf yang terkait dengan sakitnya dan salurkan energi anda ke titik-titik pemijatan dan sumber sakitnya (energi yang agak panas) dan konsentrasikan bahwa energi anda itu akan tinggal lama di situ, menyatu dengan organ tubuhnya untuk mengkondisikan supaya menjadi normal kembali. Lakukan seminggu sekali sampai organ tubuhnya sembuh dan sehat kembali.

  • Cara 2 dan 3 bisa dikombinasikan untuk penyakit tumor dan kanker atau penyakit lain yang berat. 
  • Cara-cara di atas tidak dapat dilakukan untuk sakit yang disebabkan oleh kelainan organ.


Untuk diperhatikan :

Ada prinsip dasar dalam laku pengobatan / penyembuhan yang sebaiknya jangan sampai dilanggar, yaitu jangan terlalu "masuk" menjiwai / merasakan suasana sakitnya.

Lebih penting lagi : jangan memposisikan diri sebagai si sakit. Bagaimana kalau tubuh anda ikut sakit dan tidak bisa bergerak ?  Atau anda kerasukan ?

Prinsip dasar lainnya, dalam semua upaya pengobatan dengan kekuatan sendiri, dengan kebatinan atau tenaga dalam, kita harus memposisikan diri kita "di luar" dan dari luar itu kita menyalurkan energi kita untuk kesembuhan si sakit.

Dalam proses itu jangan kita menarik "energi" si sakit, jangan ada bagian si sakit yang masuk ke tubuh kita.

Lebih baik kalau energi sakitnya kita dorong keluar, atau dibungkus dengan energi kita kemudian dibuang jauh.

Selebihnya akan lebih baik lagi kalau kita juga mempelajari teknik penyembuhan secara fisik, misalnya metode penyembuhan dengan cara pijat / urut, pijat refleksi, atau dengan ramuan, karena tidak semua sakit-penyakit dapat tuntas disembuhkan dengan cara pengobatan gaib / energi, terutama untuk sakit-penyakit yang bersifat fisik, dan untuk menindaklanjuti proses penyembuhan sakit-penyakit yang unsur gaibnya atau kuman-kumannya sudah disingkirkan, yang sakitnya sudah bukan karena gaib atau kuman lagi seperti sebelumnya.

Tips :

Anda juga bisa membangun dan mengkombinasikan kekuatan tenaga dalam anda dengan kekuatan kebatinan / spiritual dengan cara-cara yang sudah dicontohkan dalam tulisan-tulisan bertema  Meditasi Energi.

Jika anda sudah mempelajari tenaga dalam dan jika anda juga sudah mempunyai keris atau benda-benda gaib lain, anda bisa mempelajari kekuatan energi keris anda, kemudian dicoba untuk menyelaraskan energi anda dengan energi kerisnya untuk melatih kepadatan dan ketajaman energi anda, sehingga nantinya kualitas energi anda bisa terus meningkat dan juga lebih bisa digunakan untuk berinteraksi dengan mahluk halus. Tips pelatihannya sudah dituliskan dalam tulisan berjudul  Meditasi Olah Rasa dan Energi.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya diwebsite tersebut.

Cakra dan Olah Napas

Cakra dan Olah Napas

Ilmu tenaga dalam dapat juga dikatakan sejenis dengan ilmu gaib, karena berada diluar nalar logika awam sekalipun orangnya pintar dan jenius. Dikatakan demikian karena energinya tidak tampak mata dan secara akal pikiran awam tidak mungkin manusia dengan kekuatannya sendiri dapat mematahkan kayu, besi, atau batu. Lebih keras mana, kayu, batu dan besi dengan tangan manusia ?  Sekuat-kuatnya tubuh dan kekuatan manusia seharusnyalah tangan manusia itu yang remuk. Tetapi ternyata tidaklah demikian kejadiannya. Malahan kayu atau besinya yang patah. Batunya yang remuk. Apakah dengan adanya energi itu di tangannya, maka tangannya menjadi lebih keras daripada besi ?

Juga mereka yang mengolah tenaga dalam murni dapat mementalkan orang lain. Banyak orang yang berpendapat itu hanyalah tipuan. Mungkin ada juga orang yang memang berniat menipu. Tapi sebaiknya kita coba dulu ikut pelatihannya, barulah nanti kita dapat dengan valid memberikan pendapat apakah kejadian itu benar atau hanyalah tipuan belaka. (Ada juga sejenis ilmu gaib yang mementalkan orang atau mengendalikan gerakan tubuh orang lain, biasa disebut Ilmu Kontak).

Tenaga dalam, tenaga dalam murni dan hawa murni dihasilkan oleh semua cakra di tubuh manusia, tetapi yang terkait dengan keilmuan tenaga dalam, yang disebutkan hanyalah energi yang dihasilkan oleh cakra-cakra utama dan tertentu saja (cakra mayor) yang menjadi objek dalam pelatihan tenaga dalam.

Energi yang dihasilkan tubuh manusia dengan sebutan hawa murni, tenaga dalam, tenaga dalam murni, tenaga dasar, kundalini, prana, dsb, adalah kegaiban dari dalam diri manusia, berupa kekuatan energi yang besar sekali, yang dihasilkan oleh cakra-cakra energi di tubuh manusia yang dalam kehidupan alami sehari-hari tidak muncul atau bahkan tidak disadari keberadaannya. Kegaiban - daya gaib - potensi diri ini baru akan terbentuk menjadi sesuatu yang berarti setelah diolah secara khusus, misalnya dilatih dan dibangun dengan olah nafas, olah kebatinan / spiritual, dsb. Ini adalah juga suatu kegaiban, kegaiban yang berasal dari dalam diri manusia sendiri.

Cakra-cakra energi di tubuh manusia adalah pusat-pusat saraf yang bila sudah diolah secara khusus dapat membangkitkan kekuatan energi yang luar biasa besar dalam kehidupan manusia. Ada banyak sekali cakra-cakra energi di tubuh manusia, tetapi yang diolah dalam pengolahan energi biasanya adalah cakra-cakra energi yang utama saja sesuai tujuan pengolahannya. Masing-masing energi cakra memiliki sifat sendiri-sendiri sesuai namanya masing-masing, harus dibangkitkan dan diolah dengan cara yang berbeda-beda, tidak semuanya dengan olah nafas.

Masing-masing cakra tubuh dan energinya berhubungan erat dengan saraf-saraf manusia dan sedikit banyak akan juga mempengaruhi psikologis dan kejiwaan orangnya.

Cakra energi di bawah pusar bisa mempengaruhi orangnya menjadi kalem, tenang, teduh. Tapi di sisi lain, energinya juga dapat merangsang saraf-saraf di sekitar pusar dan tulang belakang, bisa menaikkan libido dan syahwat.

Cakra energi di ulu hati dan di dada bisa mempengaruhi orangnya merasa percaya diri, merasa kuat dan gagah, dan bisa mendorong orang senang dengan kekerasan.

Cakra energi di leher dan di dahi bisa mempengaruhi orangnya menjadi inspiratif dalam berpikir dan berbicara dan dalam menyampaikan ide dan pendapat.

Cakra energi di dahi, ubun-ubun dan cakra mahkota bisa mempengaruhi orangnya menjadi inspiratif dalam dunia kebatinan dan spiritual, senang dengan hal-hal yang bersifat spiritual dan kesepuhan. Bisa juga mempengaruhi orangnya untuk tidak getol atau kurang bersemangat mengejar keduniawian.

Bila dirasakan ada efek pengaruh energi cakra-cakra tersebut yang bersifat negatif secara psikologis sebaiknya orangnya mawas diri dan berusaha mengendalikan / mengalihkan yang negatif itu menjadi sesuatu yang positif, jangan sampai ia dikuasai oleh sesuatu yang negatif.

Secara umum cakra-cakra utama tubuh itu (cakra mayor) adalah pusat-pusat saraf yang mengandung energi yang bentuknya seperti lingkaran cakram dan antar cakra energinya saling tersambung. Masing-masing cakra mayor itu mengeluarkan dan mengsuplai energi kepada cakra-cakra tubuh lain yang lebih kecil (cakra minor) dan kepada organ-organ tubuh di sekitar cakra. Bila ada masalah dengan cakra-cakra itu, seperti adanya infeksi pada cakranya atau adanya penyumbatan pada jalan energinya, selain dapat menyebabkan terjadinya ketidakselarasan energi tubuh yang membuat orangnya sering mengalami sakit panas dalam dan sering masuk angin, juga dapat berpengaruh negatif terhadap organ-organ tubuh di sekitar cakra yang bermasalah itu.

Misalnya :

  • Masalah pada cakra-cakra di bawah pusar akan dapat berpengaruh negatif pada organ-organ tubuh di dalam perut dan di sekitar perut bawah.
  • Masalah pada cakra di dada dapat menyebabkan orangnya mengalami lemah jantung, pembengkakan jantung, paru-parunya lemah, mudah sesak nafas dan tersengal-sengal.
  • Masalah pada cakra di tenggorokan dapat menyebabkan orangnya sering mengalami sakit radang tenggorokan.
  • Masalah pada cakra di ubun-ubun dapat menyebabkan orangnya pikirannya mengambang sering melamun, sulit konsentrasi berpikir dan sering mengalami ilusi / halusinasi.

Karena itu bila orang sering sekali mengalami sakit-penyakit di organ-organ tubuhnya seperti disebut di atas, selain memeriksakan dirinya secara medis, ada baiknya ia juga memeriksakan kondisi cakranya kepada orang yang mengerti, bisa juga memeriksanya sendiri dengan cara yang sama seperti menayuh keris.

Bila ada masalah dengan cakra seperti disebutkan di atas, mengatasinya adalah dengan cara menyelaraskan dan memperlancar energi cakra-cakranya. Orangnya bisa mengikuti latihan olah nafas tenaga dalam murni. Dengan cara meditasi menurunkan energi juga bisa, dengan fokus sugesti mengisi tubuhnya dengan energi positif dari langit, kemudian menyelaraskan energinya merata ke seluruh tubuh dari kepala sampai ke kaki.

Secara umum, karena semua cakra dan energinya saling tersambung, maka bila ada masalah dengan salah satu cakra mayor biasanya akan juga ada gangguan dan ketidakselarasan energi di cakra-cakra minor sekitarnya. Karena itu untuk mengatasinya cara mudahnya adalah turunkan saja energi langit mengisi tubuh anda merata dari kepala sampai ke kaki. Cara itu akan sekaligus "menjamah" seluruh cakra di dalam tubuh.

Mengenai pembukaan cakra, walaupun cakra-cakra energi tubuh belum pernah dibuka dan energinya belum pernah dibangkitkan / diolah, tetapi sebenarnya cakra-cakra itu tidak benar-benar tertutup, cakranya tetap bekerja mengalirkan energi sesuai kebutuhan dalam keseharian aktivitas manusia.

Pembukaan cakra lebih bermanfaat bagi orang-orang yang sudah menjalani suatu laku tertentu, misalnya sudah mengikuti pelatihan tenaga dalam, sehingga dengan telah terbukanya cakra-cakranya maka aliran energinya itu akan lebih lancar dan dalam proses latihan berikutnya orangnya akan lebih mudah dalam mengalirkan energinya.

Dengan telah terbukanya cakra-cakra memang energinya dapat lebih lancar mengalir. Tetapi pembukaan cakra pada orang-orang yang masih awam dan yang tidak melakukan pelatihan tenaga dalam tidak akan dirasakan manfaatnya, malah bisa mendatangkan efek negatif.

Sebenarnya yang dibutuhkan bukanlah cakra-cakra yang sudah terbuka, tetapi adalah cakra-cakra yang sudah bergetar, yang sudah aktif bekerja sesuai aktivitas manusia. Setelah cakra-cakra sudah aktif bergetar / bekerja, akan mudah bagi manusia untuk mengisinya / memompanya dengan energi (dengan teknik olah nafas maupun meditasi energi) dan cakra-cakra itu akan bergerak sendiri membuka dan menutup aliran energi sesuai aktivitas si manusia.

Dalam hal ini ada perbedaan sifat dan perilaku dari cakra-cakra energi yang telah terbuka.

Pada orang-orang yang masih awam dan yang tidak melakukan pelatihan tenaga dalam, sebenarnya cakra-cakranya tidak benar-benar tertutup, dan tidak perlu dengan sengaja dibuka. Secara alami cakra-cakra energinya tetap bekerja membuka dan menutup aliran energi sesuai kebutuhan keseharian aktivitas manusia.

Jika cakra-cakra itu aktif / terbuka dengan sendirinya, misalnya terbuka sendiri setelah mengikuti latihan pernafasan tenaga dalam, selanjutnya cakra-cakra itu akan bergerak secara otomatis membuka dan menutup aliran energi sesuai aktivitas si manusia. Jika tidak sedang menggunakan tenaga dalam, bukaan cakra-cakra itu akan mengecil dengan sendirinya meng-stabilkan aliran energi.

Jika cakra-cakra itu tidak terbuka dengan sendirinya, misalnya dibuka oleh orang lain atau dibuka sendiri dengan memaksakan memasukkan energi dari luar (misalnya dengan cara meditasi pembukaan cakra dan pembangkitan energi kundalini), cakra-cakra itu kemudian akan lebih kaku, tidak sepenuhnya otomatis bergerak membuka dan menutup aliran energi sesuai aktivitas si manusia. Jika si manusia belum bisa "mem-filter" (menyaring) aliran energi, dengan cakra-cakranya yang kaku terbuka tersebut justru akan memudahkan tubuhnya menyerap energi-energi yang negatif, mudah masuk angin, mudah panas dalam, dan memudahkan energi-energi lain (atau mahluk halus) yang tidak jelas juntrungannya untuk masuk ke dalam tubuh manusia. Jadi, bila kita tidak menjalani suatu keilmuan tertentu yang terkait dengan terbukanya cakra, sebaiknya tidak perlu kita meminta dibukakannya cakra-cakra tubuh kita. Biarkan saja alami.

Orang yang ingin memiliki kemampuan tertentu yang terkait dengan pembukaan cakra-cakra tubuh harus datang ke tempat-tempat membuka dan mengolah cakra tubuh yang sesuai dengan tujuan niatnya, karena masing-masing cakra tubuh harus dibuka dan diolah dengan cara / sugesti sendiri-sendiri sesuai masing-masing tujuannya membuka cakra.

  • Untuk pengolahan energi, maka sugesti membuka dan mengolahnya haruslah untuk tujuan pengolahan energi.
  • Untuk melihat gaib, maka sugesti membuka dan mengolahnya haruslah untuk tujuan kemampuan melihat gaib.
  • Untuk olah spiritual, maka sugesti membuka dan mengolahnya haruslah untuk tujuan olah spiritual.

Orang-orang yang sudah ikut pelatihan tenaga dalam di perguruan tenaga dalam, dan energinya juga sudah dibangkitkan dan diolah sehingga orangnya sering disebut sudah memiliki tenaga dalam, biasanya cakra-cakra energinya sudah otomatis terbuka walaupun pembukaan cakranya tidak optimal karena biasanya tidak secara khusus dibuka. Tetapi walaupun cakra-cakra tubuhnya telah terbuka, termasuk cakra-cakra di leher, di dahi atau yang di ubun-ubun, tidak berarti orangnya langsung bisa melihat gaib / mahluk halus.

Kemampuan melihat gaib tidak begitu saja otomatis terjadi pada orang-orang yang telah terbuka cakra mata ketiganya, misalnya yang dibuka dengan olah tenaga dalam / prana atau kundalini. Cakra-cakra tubuh yang dibuka untuk tujuan pengolahan energi tubuh tidak langsung berhubungan dengan alam gaib dan kegaiban. Untuk keperluan melihat gaib cakra-cakra tersebut harus dibuka khusus untuk tujuan kegaiban, bukan untuk tujuan pengolahan energi tubuh. 

Begitu juga dengan cakra di dada, pembukaan dan pengolahan cakra energi di dada biasanya tidak ditujukan untuk yang bersifat gaib, biasanya untuk tujuan kanuragan. Untuk tujuan kegaiban cakra energi di dada tidak diolah dengan olah nafas, tetapi dengan olah rasa dan kebatinan, karena berhubungan dengan kegaiban sukma. Cakra di dada yang diolah dengan olah rasa dan kebatinan akan memunculkan kepekaan rasa terhadap kegaiban. Kepekaan rasa dan kekuatan rasa dan batin adalah dasar dari kekuatan kebatinan / spiritual, berasal dari kekuatan sukmanya ditambah energi dari cakra tubuhnya. Kekuatan yang dibangun dalam olah rasa dan olah batin adalah kekuatan rasa dan kekuatan batin (bersifat gaib), dihasilkan oleh cakra tubuh di bagian dada.

Dalam proses pembelajaran meditasi kundalini diajarkan cara membuka cakra-cakra tubuh dan mengalirkan energinya, dari cakra yang paling dasar sampai cakra di ubun-ubun. Tujuan utama pembukaan cakra-cakra tersebut adalah untuk mengolah energi yang dihasilkan oleh cakra-cakra tersebut untuk dapat digunakan untuk kesehatan dan vitalitas, dan untuk menambah kekuatan tenaga dalam, kesaktian gaib dan untuk olah spiritual. Pembukaan cakra-cakra tersebut tidak dikhususkan untuk melihat gaib. Dengan telah terbukanya cakra di dahi dan cakra di ubun-ubun tidak berarti orangnya langsung dapat melihat gaib, atau mengetahui seluk-beluk alam dunia spiritual. Melihat gaib harus dilatih sendiri dengan melatih kepekaan indera keenam dan pengetahuan spiritual harus dipelajari sendiri melalui proses “pencarian spiritual”, tetapi telah terbukanya cakra-cakra tersebut akan mempermudah usaha pembelajaran seseorang. 

Di banyak tempat umumnya energi-energi tersebut dibangkitkan dan diolah dengan cara olah nafas, karena berhubungan dengan olah kanuragan dan kesaktian / kekuatan. Tetapi di India, kundalini biasanya dibangkitkan dan dibangun dengan cara meditasi (olah pikiran / sugesti) dan yoga untuk menarik / menggerakkan urat saraf. Cara-cara meditasi juga banyak dilakukan di Indonesia, terutama disertai dengan bacaan amalan, zikir dan wirid.

Cara-cara di atas masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Yang terlebih harus diperhatikan adalah faktor resiko dari apapun cara yang dilakukan, dan setelah energi tersebut terbangkitkan, energinya harus dapat dikendalikan dengan semestinya.  

Banyak orang tertarik belajar pembangkitan energi karena adanya harapan yang ditawarkan dalam program pelatihannya, apalagi kalau bisa instan. Keinginan segera mencapai hasil seringkali menyebabkan orang mengabaikan tahapan prosesnya dengan benar. Banyak orang yang ingin cepat bisa memiliki ilmu-ilmu yang tinggi, merasa yakin bahwa dia sudah siap memperoleh pelajaran yang tinggi tanpa harus dengan sabar dan tekun belajar melalui tahapan tingkat dasar dulu dan pembentukan psikologis. Kurang bijaksana kalau seseorang mengira bahwa ia sanggup menghadapi kekuatan yang mungkin timbul dalam dirinya, sedangkan dia sendiri belum mengetahui resikonya.

Energi yang dibangkitkan dengan cara olah pernafasan biasanya dapat dikendalikan dengan relatif lebih mudah, karena proses latihannya memang ditujukan untuk membangun dan mengendalikan energi. Seandainya pun terjadi kesalahan dalam proses latihannya, penyembuhannya relatif lebih mudah dibanding olah energi dengan cara selain dengan olah pernafasan. Tetapi secara fisik ada juga resikonya. Terlalu memforsir pernafasan dada dapat menyebabkan pembengkakan jantung dan radang hati / liver, terutama untuk yang baru ikut pelatihannya (pemula) dan yang usianya sudah beranjak tua, tetapi bisa juga itu terjadi pada orang yang sudah senior, yang menggebu-gebu hasratnya akan kesaktian kanuragan. Pernafasan perut bawah juga dapat menyebabkan usus turun atau perut kendor. 

Pembangkitan energi dengan cara rutin membaca amalan, zikir dan wirid, biasanya akan juga membentuk batin yang kuat. Dengan cara ini juga bisa ditingkatkan menjadi ilmu gaib dan ilmu khodam (walaupun seringkali tidak disengaja dan tidak diketahui terjadinya). Tetapi cara ini juga mempunyai efek samping, yaitu dapat menyebabkan kepala terasa penuh / penat karena terjadi pemusatan energi di kepala dan bagian tubuh lain kekurangan energi yang dapat berujung pada lemah atau sakit organ tubuh bagian dalam. 

Efek samping lainnya adalah pengaruhnya pada psikologis orangnya, yaitu dapat meninggikan rasa ego manusia, ke-aku-an dan cinta diri, yang bisa mengarah pada pemikiran merasa dirinya paling benar, paling tahu, paling hebat, paling ..... , dsb.  Biasanya orang itu sendiri tidak menyadarinya, orang lain yang menilai. Resiko lainnya adalah bila karena lakunya itu kemudian ada sesosok gaib yang datang kepadanya menjadi khodamnya. Seringkali adanya khodam gaib itu menyebabkan kemampuan ilmunya bagus dan efektif bekerja, tetapi dapat juga berpengaruh negatif terhadap kehidupan sosial, kerejekian dan rumah tangganya (bisa juga menyesatkannya).

Dengan metode meditasi kundalini, orang membangkitkan / membangun energi, mengatur dan menggerakkan energi tubuhnya dengan batin / pikiran (bermain sugesti). Orang yang tekun mengikuti pelatihannya biasanya secara psikologis akan lebih tenang berpikirnya dan lebih kalem sikap perilakunya. Tetapi energi yang dibangkitkan dengan cara olah pikiran / sugesti / meditasi akan lebih sulit untuk dikendalikan, karena orang tersebut sejak awal tidak diajar untuk mengendalikan alam bawah sadar. 

Pada saat kita tidur, tidak sadar, ditambah suasana alam bawah sadar yang diluar kontrol kita (alam mimpi), membuat energi kundalini orang itu dapat bergerak sendiri, mengikuti suasana alam bawah sadar (mengikuti jalannya mimpi), bisa bergerak liar mencari jalan sendiri. Energinya dapat bergerak sesuai jalur, dapat juga berbalik arus, dapat juga saling bertabrakan, atau menumpuk di satu tempat. Energi yang seharusnya terpusat di cakranya masing-masing, dapat berpindah dan menumpuk di kepala (menyebabkan kepala penat, otak terasa sakit dan panas serasa terbakar), masuk ke jalur yang salah di tulang belakang (menyebabkan rasa sakit dan rasa panas terbakar di tulang belakang dan dapat menyebabkan kelumpuhan), dsb.

Dalam kondisi normal, dengan metode meditasi orang mengatur dan menggerakkan energi tubuhnya. Tetapi ketika kondisi abnormal itu terjadi, orang sudah tidak dapat berpikir normal, tidak bisa mengendalikan energi dan rasa sakit yang dialaminya. Resiko yang dialami orangnya bukan hanya secara fisik, tetapi jiwanya juga dapat terganggu. Termasuk bila energi tersebut membuka cakra-cakra / simpul saraf yang berhubungan dengan kemampuan melihat gaib, sedangkan orangnya sendiri secara psikologis belum siap untuk melihat gaib.

Selain itu energi (bola energi) yang dihasilkan dengan sugesti pikiran sifatnya tajam, tidak selaras dengan energi tubuh manusia. Energi yang tajam itu tidak boleh dimasukkan dan diserap ke dalam tubuh karena berpotensi besar bisa merusak saraf.

Hendaknya orang jangan mencoba membangkitkan kundalini tanpa bimbingan seorang guru yang benar mengerti keilmuannya karena bahaya yang ditimbulkan akibat pembangkitan yang salah sangat serius. Bahaya itu bukan hanya yang murni bersifat fisik, tetapi juga batin / jiwa. Kita dapat temukan banyak tulisan atau ajaran melalui buku atau artikel mengenai pembangkitan kundalini dengan cepat tanpa memperhatikan aspek lain yang sebenarnya sangat menentukan, yaitu pembentukan / kesiapan psikologis dan spiritual dan pengetahuan atas pondasi keilmuannya. Tanpa itu pembangkitan kundalini bisa berubah menjadi petaka bagi pelakunya. Apalagi dilakukan tanpa bimbingan guru sejati yang mengajarkan tahap demi tahap proses pembelajarannya. Ditambah lagi penulisnya sendiri juga belum tentu menguasai pengetahuannya dengan benar, hanya meramu teknik dari berbagai tulisan dan buku. Inilah yang kemudian memunculkan berbagai sindrom kundalini. (Berbagai penjelasan mengenai resiko dalam pembangkitan kundalini dapat dicari di internet dengan tema kundalini syndrome ).

Untuk orang-orang yang mengalami kejadian sindrom kundalini bisa dicoba penyembuhannya dengan mengikuti pelatihan resmi di perguruan pernafasan tenaga dalam murni untuk menormalkan dan menyelaraskan kembali energi-energi tubuhnya.

Dalam menurunkan energi, di dalam meditasi kundalini dan reiki sugestinya menggunakan olah pikiran, sehingga energinya bersifat tajam. Energi-energi yang tajam tidak boleh diserap ke dalam tubuh karena energi tajam itu tidak selaras dengan energi alami tubuh manusia. Energi yang tajam hanya baik untuk digunakan keluar, seperti untuk kekuatan pukulan atau untuk membunuh sel kanker, untuk membuat pagaran gaib atau untuk menyerang mahluk halus, tidak untuk dimasukkan / diserap ke dalam tubuh. Jika energi tajam itu dimasukkan dan diserap ke dalam tubuh maka itu bisa menimbulkan efek negatif seperti contoh kasus kundalini syndrome yang sulit disembuhkan bahkan oleh gurunya sendiri.

Sedangkan di dalam semua metode meditasi menurunkan energi Penulis menekankan digunakannya sugesti yang berasal dari batin dan rasa, kekuatan rasa, bukan pikiran, sehingga energi yang diturunkan besar dan padat, tetapi tidak tajam, selaras dengan energi tubuh, energinya boleh dimasukkan ke dalam tubuh, boleh juga diturunkan untuk orang lain.

Setelah mengetahui perbedaannya seperti tertulis di atas, jika para pembaca berniat menjalankan metode-metode meditasi dari Penulis diharapkan supaya bisa menerapkan kekuatan rasa. Kekuatan pikiran hanya digunakan untuk bervisualisasi saja membentuk energi tertentu yang sifatnya tidak diserap tubuh, misalnya untuk membuat bola cahaya, pagaran gaib, sinar laser, dsb, yang itu tidak untuk dimasukkan ke dalam tubuh, supaya tidak terjadi efek resiko dari adanya kesalahan prosedur.

Pada masa sekarang, metode meditasi dan bacaan mantra / amalan dibuat sesederhana mungkin sesuai kebutuhan manusia pada jaman sekarang yang ingin memiliki keilmuan secara mudah dan dalam tempo yang singkat, sehingga tidak banyak orang yang menyadari bahwa tahapan meditasi, bacaan amalan / mantra dan ajian sebenarnya dulu pada saat manusia masih hidup di jaman kesaktian, itu merupakan pelajaran tingkat tinggi. Yang melakukannya hanyalah anggota-anggota senior saja yang telah menekuni dan melewati masa-masa pelatihan dasar olah kanuragan, yang untuk tingkatan selanjutnya orangnya mulai banyak melakukan laku tirakat, puasa, berprihatin, meditasi, bahkan tapa brata, untuk memperdalam dan meningkatkan kekuatan keilmuannya, bukan untuk orang-orang yang baru belajar.

Tetapi pada masa sekarang orang terdorong untuk bisa cepat memiliki kesaktian (kanuragan maupun gaib), sehingga pembelajaran amalan-amalan dan mantra, aji-aji, tenaga dalam murni, prana dan kundalini dijadikan objek latihan yang utama, atau bahkan diwujudkan menjadi suatu perguruan khusus yang mengajarkan keilmuan itu. Sekalipun kemudian orangnya merasa berhasil menguasai keilmuan yang tinggi, karena objek yang dilatih itu juga sebenarnya adalah keilmuan tingkat tinggi, tetapi karena materi dasar keilmuannya dan sisi kebatinan / spiritualnya tidak lebih dulu dikuasai, maka kemudian keilmuannya itu tidak dalam, dangkal, mudah dipunahkan dan dapat mendatangkan efek negatif lain bagi orangnya dan kehidupannya.

Karena itu Penulis tidak dapat mengerti mengapa seseorang yang merasa memiliki suatu keilmuan, kemudian dengan mudahnya memberikan kursus program ilmu tingkat tinggi tanpa seseorang harus melalui tahap dasar terlebih dahulu dan melalui pembentukan psikologis dan budi pekerti terlebih dahulu, sehingga kemudian banyak muncul orang-orang yang menyombongkan keilmuannya, menjual ilmu, dan banyak keilmuan yang menjadi bahan kesombongan dan bahkan menjadi alat kejahatan. Ditambah lagi ada juga efek-efek negatif dan sindrom-sindrom yang mungkin gurunya sendiri pun tidak mampu menyembuhkannya.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya diwebsite tersebut.

01 January 2024

Penggunaan Tenaga Dalam Murni

Tips Untuk Penggunaan Tenaga Dalam Murni

Masing-masing jenis keilmuan di atas semuanya bagus sesuai karakteristik dan tujuannya masing-masing tergantung tingkat penguasaan dan kemahiran para pelakunya dan tidak ada satu pun yang dapat sempurna menggantikan yang lain, jadi tidak perlu diunggul-unggulkan mana yang lebih bagus. Dan kalau kita mempelajari salah satunya, sebaiknya fokus sesuai ilmunya masing-masing. Jangan dibanding-bandingkan atau dicampurkan dengan yang lain, nanti ilmunya malah mengambang, tidak mendalam. Tetapi kalau sudah menguasai bidang keilmuannya dan mengerti intisarinya, antar keilmuan dapat dikombinasikan, sehingga hasilnya akan lebih baik daripada bila hanya sendiri-sendiri. Keilmuan yang satu akan melengkapi / menambah kekuatan ilmu yang lain (bukan saling menggantikan).

Latihan olah nafas segitiga adalah teknik dasar dan umum untuk membangkitkan dan menghimpun tenaga dalam. Gerakan-gerakan dalam olah pernafasan murni juga bertujuan untuk membuka cakra-cakra tubuh. Pembukaan cakra tubuh dan energi yang dihasilkannya sesuai dengan cara dan tujuan latihannya, tidak semuanya berhubungan dengan gaib. Olah pernafasan murni yang menghasilkan energi tenaga dalam murni baik sekali untuk kehidupan sehari-hari. 

Pada jaman dulu pelatihan tenaga dalam murni merupakan pelajaran tingkat tinggi dan tingkat lanjut yang ditekuni selain dengan olah nafas, juga dengan laku puasa, meditasi dan tapa brata, setelah seseorang menguasai / mahir dengan olah jurus / gerak dan tenaga dalam kanuragan. Pelatihan tenaga dalam murni merupakan kelanjutan setelah pelatihan olah gerak / jurus dan tenaga dalam, ditujukan untuk menambah kekuatan tenaga dalam kanuragan (dan melipatgandakannya), untuk menciptakan aji-aji kesaktian dan untuk menangkal serangan tenaga dalam kanuragan. Karena itu mereka menguasai betul teknik penggunaan tenaga dalam murni.

Karena itu pada jaman sekarang ini pelatihan khusus tenaga dalam murni bisa dikatakan sebagai pelajaran ilmu kesaktian yang tidak lengkap, hanya sempalan saja dari pelajaran keilmuan kesaktian yang utuh. Kelemahan metode pelatihan tenaga dalam murni adalah pada kurangnya pembelajaran pemahaman dan teknik penguasaan energi dan kurangnya pengetahuan dalam penggunaannya menyebabkan pelatihan energi ini seringkali dianggap tidak penting dan tidak menarik untuk ditekuni, seringkali pesertanya malah bingung energinya mau digunakan untuk apa. Ditambah lagi gerakan latihannya yang monoton seperti senam pernafasan seringkali dianggap membosankan oleh para pesertanya.

Tulisan mengenai sejarah tenaga dalam murni dan kritik terhadap praktek perguruan tenaga dalam murni di Indonesia dapat dibaca di : http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_tenaga_dalam.

Selain yang sudah dituliskan di atas, energi tenaga dalam murni akan bermanfaat sekali kalau kita bisa mengerti dan menghayati sifat-sifat energi, yang bukan hanya sebatas bermanfaat untuk kesehatan, transfer energi atau membuat mental orang. 

Bagi orang-orang yang sudah menekuni pelatihan tenaga dalam murni sebaiknya dicoba melatih sugesti untuk membentuk tenaga dalam murninya menjadi lebih keras dan padat / tajam. Diumpamakan yang sebelumnya tenaga dalam murninya hanya mengalir memancar keluar seperti hembusan angin, sekarang dilatih / disugesti menjadi lebih keras / padat, diibaratkan seperti air, lebih padat bertekanan. Dengan demikian kondisinya akan menjadi lebih berkualitas dan akan lebih kuat tekanan energinya, lebih padat dan tidak mudah ditembus lawan bila dijadikan pagaran energi, lebih kuat energinya ketika digunakan menyerang / mementalkan orang, dan lebih tajam energinya ketika digunakan "menembak" atau menusuk atau menembus pagaran gaib, dsb. 

Bila tenaga dalam murni ini ingin digunakan untuk berinteraksi dengan mahluk halus, untuk "bermain" di dunia gaib, maka selain melatih energinya supaya menjadi besar dan padat / tajam, diperlukan pengetahuan tersendiri mengenai sifat-sifat energi mahluk halus untuk membentuk energinya supaya dapat selaras dengan "frekwensi" energi mahluk halus.

Untuk berinteraksi dengan roh-roh halus atau mahluk halus seharusnya yang digunakan adalah kekuatan energi dari kebatinan atau spiritual, karena itu adalah kekuatan dari roh / sukma manusia, bukan kekuatan tenaga dalam yang bersifat fisik biologis manusia. Tetapi jika diinginkan menggunakan kekuatan tenaga dalam yang sudah dimiliki untuk berinteraksi dengan roh-roh halus bisa juga dilakukan, hanya saja kita perlu memodifikasinya sedikit supaya energinya dapat berinteraksi dengan energi mahluk halus.

Untuk menjelaskan hal ini Penulis menggunakan istilah "frekwensi" energi. Masing-masing frekwensi energi tenaga dalam murni mempunyai kecocokan dengan situasi tertentu.

Frekwensi energi tenaga dalam murni yang rendah selaras dengan energi tubuh manusia, cocok digunakan untuk menyatukan energinya dengan tubuh manusia untuk digunakan mengobati, untuk kekuatan tubuh dan kekuatan pukulan (kanuragan) dan dalam kekuatan tertentu energinya bisa dipadatkan dikeraskan menjadi seperti ilmu lembu sekilan atau untuk kekebalan tubuh, atau untuk mementalkan orang lain atau untuk menangkal / mementalkan serangan tenaga dalam kanuragan. Kebanyakan orang yang sudah ikut pelatihan tenaga dalam murni, yang dilatih adalah upaya untuk memperbesar energinya, volume energinya besar, tapi kekuatannya tidak tinggi, karena mereka tidak melatih kekerasan energinya. Karena itu sebaiknya energi yang sudah berhasil dihimpun dari latihannya kemudian dikeraskan, ditingkatkan kepadatannya dengan latihan tenaga dalam kanuragan atau latihan secara kebatinan, sehingga energinya itu bukan hanya besar, tapi juga berkekuatan tinggi.

Frekwensi energi mahluk halus lebih tinggi daripada frekwensi tenaga dalam murni yang biasa kita latih. Semakin tinggi kekuatan gaib mahluk halus, frekwensi energinya juga semakin tinggi, semakin sulit dirasakan dan semakin sulit dideteksi. Karena itu untuk keperluan berinteraksi dengan mahluk halus, maka frekwensi tenaga dalam murni ini harus dilatih secara khusus supaya frekwensinya menjadi lebih tinggi dan bisa sejalan dengan frekwensi energi mahluk halus, dilakukan dengan cara menerapkan kepekaan rasa untuk bisa merasakan keberadaan energi mahluk halus dan untuk kemudian frekwensi tenaga dalam murninya diselaraskan dengan frekwensi energi mahluk halus dari yang tingkatan kekuatannya rendah sampai yang kelas atas. 

Jika anda sudah mempelajari tenaga dalam murni dan jika anda juga sudah mempunyai keris atau benda-benda gaib lain, anda bisa mempelajari kekuatan energi keris anda, kemudian dicoba untuk menyelaraskan energi anda dengan energi kerisnya untuk melatih kepadatan dan ketajaman energi anda, sehingga nantinya energi anda bisa meningkat. Caranya bisa dilakukan seperti dalam tulisan berjudul  Olah Rasa & Kebatinan  dan  Meditasi Olah Rasa dan Energi.

Secara alami frekwensi energi dari kekuatan kebatinan dan spiritual yang adalah kekuatan sukma manusia sudah sejalan dengan frekwensi energi mahluk halus, sehingga bisa digunakan untuk peka rasa suasana gaib, untuk mendeteksi, berinteraksi atau untuk menyerang mahluk halus dari yang kelasnya rendah sampai yang kelas atas. Dengan demikian akan lebih baik bila pelatihan frekwensi tenaga dalam murni ini dapat disatukan menjadi kekuatan kebatinan dan spiritual (dengan olah kebatinan), menyatu menjadi kekuatan sukma, supaya bisa sesuai frekwensinya dengan frekwensi energi mahluk halus.

Setelah dapat merasakan persentuhan energinya dengan "energi-energi lain", maka energi tenaga dalam ini selain dilatih frekwensinya, disesuaikan frekwensi energinya dengan frekwensi energi mahluk halus, juga dilatih supaya besar, keras dan tajam pancarannya untuk bisa digunakan mendorong, menarik, mementalkan atau perbuatan lain yang sifatnya menundukkan atau menyerang mahluk halus atau untuk membuat pagaran gaib, atau untuk mengobati seseorang dari gangguan gaib seperti pelet, guna-guna, ketempelan gaib, kesambet dan teluh / santet.

Tergantung besarnya kekuatan energi dan penguasaan masing-masing orang, energi tenaga dalam murni (sifat lembut energi) dapat dibentuk / dikondisikan :

  • Olah rasa untuk merasakan energi sendiri, juga untuk merasakan keberadaan "energi-energi" lain.
  • Kekuatan energi bukan hanya ditentukan oleh besarnya energi, tetapi juga kepadatan dan ketajaman energinya.
  • Kepadatan dan besarnya energi bisa untuk menolak mahluk halus atau menghapus ilmu gaib seseorang.
  • Ketajaman energi bisa untuk menyerang mahluk halus atau menembus benteng gaib seseorang.
  • Untuk membersihkan keberadaan kuman (virus, bakteri dan amuba), atau memagari tubuh supaya mereka tidak dapat masuk ke dalam tubuh sendiri atau tubuh orang lain. Sebelumnya kita harus sudah mengenal sifat-sifat fisik mahluk kecil kuman itu.
  • Untuk membentuk energi positif untuk menyingkirkan energi-energi negatif dari sakit / penyakit dan untuk menolak / mengusir mahluk halus golongan hitam dan yang berenergi negatif. Sebelumnya kita harus sudah mengenal sifat-sifat energi-energi negatif tersebut.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya di: https://sites.google.com/site/thomchrists

Tenaga Dalam Murni

 Karakteristik Energi Tenaga Dalam Murni

Masing-masing jenis tenaga dalam, yaitu tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni, mempunyai sifat sendiri-sendiri dan cara penggunaannya juga sendiri-sendiri.

Pengolahan tenaga dalam murni biasanya ditujukan untuk mengoptimalkan potensi energi yang dihasilkan oleh tubuh, yaitu dengan membuka cakra-cakra energi di seluruh tubuh dan mengolah energi yang dihasilkan oleh masing-masing cakra tersebut. Jenis tenaga dalam ini seringkali disebut sebagai tenaga lembut, karena sifatnya yang bisa dibentuk menjadi berbagai macam tujuan penggunaan energi sesuai tingkat penguasaan penggunanya.

Orang yang mahir dalam penguasaan tenaga dalam murni akan memiliki kelebihan dalam pemanfaatannya dibandingkan yang hanya melatih tenaga dalam kanuragan saja. Selain bisa juga dikonsentrasikan untuk menjadi tenaga keras, yaitu untuk melakukan perbuatan-perbuatan seperti dalam penggunaan tenaga dalam kanuragan, bisa juga dikonsentrasikan untuk dijadikan pukulan lembut (pukulan yang menyerang bagian dalam tubuh lawan). Dan sifat-sifat dasar tenaga dalam murni yang memancar keluar tubuh, selain dapat digunakan untuk melakukan pukulan jarak jauh, juga dapat digunakan untuk membuat pagaran energi supaya tidak dapat diserang oleh orang lain dengan tenaga dalam kanuragan, untuk transfer energi kepada orang lain, untuk penyembuhan / pengobatan, untuk menghilangkan tenaga dalam seseorang, dan untuk melawan mahluk halus.

Orang yang mahir dalam penguasaan tenaga dalam murni juga dapat mengkonsentrasikan energinya untuk diubah menjadi tenaga dingin atau panas.

Tenaga dingin dapat digunakan untuk pukulan dingin yang membekukan jantung, peredaran darah dan sistem saraf, atau membekukan tenaga dalam lawan, atau dijadikan pagaran dingin yang dapat membekukan peredaran darah dan tenaga dalam lawan yang menyentuhnya.

Tenaga panas dapat dijadikan pukulan panas atau pagaran energi yang akan dirasakan panas oleh orang lain (braja geni). Dengan pukulan panas, objek yang dipukul dapat hancur pecah berantakan dan gosong. Biasanya dilatih dengan memukul pohon pisang. Pohon pisang yang dipukul akan mati layu keesokan harinya dan bagian yang terkena pukulan akan tampak gosong. Tetapi jenis pukulan ini akan terbatas manfaatnya bila lawannya memiliki kekebalan (ilmu kebal atau jimat kebal) atau perisai pagaran energi yang kuat.

Pada tingkatan yang lebih tinggi, tenaga panas dapat dikonsentrasikan menjadi ilmu pukulan braja musti.

Ilmu braja musti adalah juga jenis pukulan panas, tetapi ditujukan untuk menyerang bagian dalam tubuh lawan. Sebuah objek yang dipukul dengan ilmu pukulan ini mungkin tetap utuh bagian luarnya, tetapi hancur dan gosong terbakar bagian dalamnya. Tergantung pada tingkatan penggunanya, dengan ilmu ini pagaran atau kekebalan lawan akan dapat ditembus dan objek sasaran yang dipukul dapat kelihatan utuh bagian luarnya, tetapi hancur dan gosong bagian dalamnya. Ilmu pukulan ini dilatih dengan memukul buah kelapa utuh. Tanda keberhasilannya adalah setelah dipukul dengan pukulan braja musti ini, buah kelapanya bisa pecah atau bisa juga tetap utuh, bagian luarnya tidak gosong tetapi bagian dalamnya yang gosong. Itulah bedanya ilmu braja musti dengan braja geni.

Pada tingkat kemahiran yang tinggi kekuatan tenaga dalam murni juga bisa digunakan untuk menghapuskan keilmuan lawan dengan mengirimkan energi yang besar untuk menghapuskan keilmuan gaib dan tenaga dalam lawan.

Kekuatan tenaga dalam murni juga bisa untuk menghisap habis tenaga dalam lawan, sehingga akan menambah besar energinya sendiri. Sifat lembut tenaga dalam murni akan bisa mengkonversi tenaga dalam yang dihisap dari lawannya, walaupun keras-lembutnya tenaga dalamnya tidak sama dengan tenaga dalam lawan.

Tenaga dalam kanuragan juga bisa digunakan untuk menghisap tenaga dalam lawan, tetapi resikonya tinggi. Sifat keras tenaga dalam kanuragan sulit untuk bisa mengkonversi tenaga dalam yang dihisap dari lawannya, apalagi keras-lembutnya tenaga dalamnya belum tentu sama dengan tenaga dalam lawan, yang bisa beresiko energi tenaga dalam lawan yang dihisapnya akan berbenturan dengan tenaga dalamnya sendiri yang jika kondisinya terlalu ekstrim bisa mengakibatkan dirinya terluka dalam dan energinya berantakan.

Semua penggunaan tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni akan menjadi berlipat-lipat kekuatannya bila dilambari dengan aji-aji kesaktian atau amalan ilmu gaib dan ilmu khodam untuk kesaktian.

Dalam olah nafas untuk kanuragan sebenarnya juga dihasilkan tenaga dalam murni. Semua cakra tubuh bisa menghasilkan tenaga dalam murni, tapi di kalangan kanuragan biasanya semua tenaga dalam murni yang dihasilkan sudah dipadatkan dan dikeraskan, sudah habis dikonversi menjadi tenaga dalam untuk tujuan kanuragan. Bila orang dapat memadukan kekuatan tenaga dalam kanuragan dengan tenaga dalam murni, maka kekuatan yang dihasilkannya akan berlipat-lipat, tetapi itu berarti orang tersebut juga harus melatih ke 2 jenis olah nafas ini.

Pada jaman dulu, pengolahan tenaga dalam murni dilakukan oleh orang-orang yang sudah senior (advance), yang sudah matang dan mahir dengan permainan jurus dan sudah menguasai tenaga dalam kanuragan. Pengolahan tenaga dalam murni dengan cara olah nafas dan meditasi dilakukan oleh kalangan pesilat yang sudah tinggi keilmuan tenaga dalamnya sebagai tahapan selanjutnya untuk ia meningkatkan kekuatan kanuragannya atau untuk menambah kekuatan tenaga dalamnya (membangun tenaga dalam murni untuk dikombinasikan / digabungkan dengan tenaga dalam kanuragan yang sudah dimiliki, sehingga kekuatan kesaktian / kanuragannya menjadi bertambah tinggi), dan untuk melatih jenis-jenis ilmu baru, atau untuk tujuan menangkal penggunaan tenaga keras.

Olah tenaga dalam kanuragan bisa dipelajari misalnya melalui latihan di perguruan silat Merpati Putih.

Olah tenaga dalam murni bisa dipelajari misalnya melalui latihan di perguruan pernafasan Panca Daya atau Satria Nusantara.

Contoh yang terkenal perguruan silat yang mengolah kedua jenis tenaga dalam ini, tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni adalah perguruan silat Shaolin. Murid-murid yang masih yunior dilatih olah jurus, olah gerak dan olah nafas tenaga dalam. Murid-murid yang sudah senior akan mulai diajarkan latihan tenaga dalam murni dengan olah nafas perut bawah dan latihan jurus-jurus / ilmu yang menggunakan tenaga dalam murni. Pada tingkatan yang lebih senior lagi mereka melatih keilmuannya bukan lagi hanya dengan olah jurus dan olah nafas. tetapi juga dengan cara-cara kebatinan. Meditasi, puasa dan menyepi akan mereka jalani.

Di dalam negeri juga ada beberapa perguruan silat / tenaga dalam yang mengolah kedua jenis pernafasan ini, tenaga dalam kanuragan dan tenaga dalam murni. Dalam latihannya mereka mengolah pernafasan murni, tetapi dalam penerapannya juga dilakukan seperti penggunaan tenaga dalam kanuragan, seperti untuk tahan pukul, kekuatan pukulan mematahkan kayu, besi, dsb.

Ada juga perguruan silat / tenaga dalam yang mengolah kedua jenis pernafasan ini yang dikombinasikan dengan ilmu gaib untuk kesaktian, menggunakan doa-doa, amalan-amalan dan aji-aji untuk kesaktian. Biasanya kemudian mereka juga menjadi berkhodam. Biasanya hasil latihannya lebih kuat dibandingkan pelatihan yang tidak menggunakan amalan gaib dan aji-aji, tapi seringkali kekuatan asli tenaga dalam orang yang bersangkutan tidak seberapa, yang lebih kuat adalah sugesti amalan gaibnya. Kekuatan perbuatan tenaga dalamnya lebih banyak berasal dari khodamnya. Apalagi yang ilmunya berasal dari transfer ilmu / pengisian.

Keilmuan dari negeri Cina (dan yang berlatar belakang agama Budha) dapat dijadikan contoh panutan keilmuan pengolahan tenaga dalam dengan cara olah pernafasan dan meditasi, dan keilmuan dari negeri India dapat dijadikan contoh keilmuan pengolahan tenaga dalam dengan cara meditasi dan tapa brata.


sumber: https://sites.google.com/site/thomchrists

Semua pertanyaan terkait artikel ini, bisa menghubungi penulis aslinya di: https://sites.google.com/site/thomchrists